Dispar Kukar menggandeng sponsor dan memperkuat jaringan kemitraan untuk memastikan pemilihan Teruna Dara 2026 tetap terlaksana di tengah efisiensi anggaran.
KUTAI KARTANEGARA – Pemilihan Duta Wisata Teruna Dara Kutai Kartanegara (Kukar) 2026 tetap akan digelar meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah. Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar menyiapkan strategi pendanaan alternatif dengan menggandeng sponsor dan memperkuat kemitraan untuk menjaga keberlangsungan ajang promosi pariwisata tersebut.
Komitmen itu mengemuka dalam audiensi antara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kukar Awang Agus Dharmawan bersama Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata Awang Ivan Akhmad Yamani dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo) Kukar di ruang rapat Dispar Kukar, Kamis (23/04/2026).
Pertemuan tersebut membahas langkah strategis untuk memastikan ajang Teruna Dara tidak terhenti di tengah keterbatasan anggaran, sekaligus menyelaraskan program di bawah kepemimpinan baru Dispar Kukar.
Awang Agus Dharmawan mengatakan, meskipun terjadi pengetatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pihaknya tetap optimistis kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan dukungan pendanaan di luar pemerintah daerah.
“Kami akan memaksimalkan upaya pencarian dana dari luar APBD, seperti menggandeng sponsor dan menjalin komunikasi intens dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kukar. Saya juga akan segera membicarakan hal ini dengan Bupati,” ujar Agus Dharmawan.
Ia menegaskan, pemilihan Teruna Dara selama ini menjadi salah satu ikon promosi pariwisata Kukar yang berkontribusi dalam mengenalkan potensi daerah kepada publik lebih luas.

Sementara itu, Awang Ivan Akhmad Yamani menilai penguatan sistem rekrutmen peserta menjadi kunci keberlanjutan program. Ia mengusulkan pembentukan ranting Adwindo di tingkat kecamatan agar proses penjaringan duta wisata lebih merata.
“Kami tidak ingin ini sekadar seremonial. Teruna Dara adalah etalase keberhasilan pembangunan pariwisata Kukar. Jika anggaran terbatas, kreativitas dan jejaring kemitraan harus menjadi motor penggeraknya,” tegas Ivan.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar peserta yang terpilih benar-benar mewakili potensi daerah secara menyeluruh, tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten.
Selama ini, pemilihan Teruna Dara menjadi barometer regenerasi generasi muda yang memahami potensi wisata, budaya, dan identitas daerah Kukar. Oleh karena itu, Dispar Kukar bersama Adwindo berupaya menjaga kesinambungan program meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Upaya ini diharapkan mampu memastikan promosi pariwisata dan penguatan peran generasi muda tetap berjalan, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta dalam pengembangan pariwisata daerah. []
Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan