ilustrasi

Modus Cari Gas LPG, Pria di Sampit Diduga Pantau Rumah Kosong

Seorang pria diamankan warga Gang Kampung Jawa, Sampit, setelah diduga mencoba membobol rumah kosong milik penjual pecel, tetapi kasus itu berakhir damai karena korban tidak meminta proses hukum.

KOTAWARINGIN TIMUR – Kewaspadaan warga Gang Kampung Jawa, Jalan MT Haryono, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menggagalkan dugaan upaya pembobolan rumah kosong milik seorang penjual pecel pada Minggu (14/06/2026) malam.

Seorang pria diamankan warga setelah dicurigai mencoba memasuki rumah yang sedang tidak berpenghuni. Peristiwa itu sempat membuat kawasan permukiman ramai karena warga berdatangan ke lokasi setelah mendengar kabar penangkapan tersebut.

Dugaan upaya pembobolan itu terungkap setelah warga yang sejak lama curiga terhadap gerak-gerik pria tersebut melakukan pengawasan. Berdasarkan video amatir yang beredar, suasana di lokasi tampak dipenuhi warga yang ingin mengetahui kejadian tersebut.

Sejumlah warga menduga pria itu telah memantau rumah kosong dengan cara berpura-pura mencari atau membeli tabung liquefied petroleum gas (LPG). Dugaan itu muncul karena pria tersebut disebut terlihat mondar-mandir di sekitar permukiman sejak pagi hingga malam hari.

“Ini yang pernah masuk rumah kami kemarin,” ujar salah seorang warga yang mengaku mengenali pria tersebut, sebagaimana diwartakan Kalamanthana, Minggu, (14/06/2026).

Warga lainnya juga mengaitkan pria tersebut dengan sejumlah kasus kehilangan telepon genggam dan uang tunai yang belakangan terjadi di kawasan Kampung Jawa. Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pendalaman dari pihak kepolisian.

Pria tersebut kemudian diamankan dan diserahkan kepada aparat kepolisian. Langkah itu membuat situasi tetap terkendali dan mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ketapang Anis membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, kasus itu tidak dilanjutkan ke proses hukum karena pihak korban memilih menyelesaikannya secara damai.

“Benar, damai aja karna korban tidak minta untuk diproses,” ujar Anis, Minggu (14/06/2026).

Meski berakhir damai, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak pencurian, terutama pada rumah yang ditinggalkan kosong. Aparat dan warga diharapkan terus menjaga keamanan lingkungan agar situasi di kawasan permukiman tetap aman dan kondusif. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com