Muskab II PMI Malinau Jadi Momentum Perkuat Pendanaan Kemanusiaan

Muskab II PMI Malinau menjadi momentum evaluasi organisasi sekaligus dorongan untuk memperkuat pendanaan mandiri melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan sektor usaha.

MALINAU – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malinau didorong mulai memperkuat kemandirian pendanaan organisasi agar tidak terus bergantung pada dana hibah pemerintah daerah. Dorongan itu mengemuka dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) II PMI Malinau di Ruang Intulun, Selasa (07/07/2026).

Sekretaris PMI Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Dedy Setiawansyah mengatakan, PMI Malinau telah menunjukkan perkembangan positif selama sekitar satu dekade terakhir. Penilaian itu disampaikan saat menghadiri Muskab II PMI Malinau, sebagaimana diwartakan Redaksi, Selasa (07/07/2026).

Dalam sambutannya, Dedy mengapresiasi jajaran pengurus PMI Malinau di bawah kepemimpinan Ketua PMI Malinau Ernes Silvanus. Menurut dia, sinergi PMI Malinau dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menjadi salah satu faktor penting yang membuat organisasi kemanusiaan tersebut terus berkembang.

“Selama kurang lebih 10 tahun ini kita bisa melihat kemajuan PMI Malinau. Kami memberikan apresiasi yang tinggi karena PMI Malinau mampu menjembatani hubungan yang baik dengan pemerintah daerah. Peran pemerintah memang sangat penting dalam mendukung kemajuan PMI di daerah,” ujarnya.

Meski mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, Dedy mengingatkan PMI kabupaten/kota di Kaltara perlu mulai mencari sumber pembiayaan alternatif. Ia menilai, kerja sama dengan sektor usaha dapat menjadi pilihan untuk menopang kegiatan kemanusiaan secara lebih berkelanjutan.

Dedy mencontohkan PMI Kota Samarinda yang disebut telah mampu menjalankan operasional organisasi tanpa mengandalkan dana hibah pemerintah. Salah satu langkah yang bisa ditiru ialah penggalangan donasi masyarakat melalui kerja sama dengan perusahaan daerah, toko, maupun sektor usaha lain.

“Kita harus mulai mencari peluang-peluang baru. Misalnya bekerja sama dengan toko, supermarket, atau perusahaan melalui program donasi pelanggan. Donasi yang terkumpul nantinya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan kemanusiaan sekaligus memberikan manfaat promosi bagi mitra usaha,” jelasnya.

Menurut Dedy, Muskab II PMI Malinau tidak hanya menjadi forum pemilihan ketua baru, tetapi juga ruang evaluasi organisasi dan penyusunan arah strategis lima tahun mendatang. Karena itu, kepengurusan baru diharapkan mampu memperluas jejaring, memperkuat kerja sama, dan menggerakkan seluruh potensi organisasi.

“Kita berharap ada sinergi antara PMI kabupaten dengan PMI provinsi sehingga program-program kemanusiaan dapat berjalan lebih efektif. Kepengurusan yang baru nantinya harus mampu merangkul semua pihak, membangun kerja sama yang harmonis, dan menggerakkan seluruh potensi organisasi,” katanya.

Dedy juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus, relawan, dan insan PMI Malinau atas dedikasi mereka dalam pelayanan donor darah, penanggulangan bencana, serta berbagai aksi sosial kemanusiaan. Ia berharap Muskab II PMI Malinau melahirkan kepengurusan yang amanah, profesional, dipercaya masyarakat, dan semakin kuat dalam pelayanan kemanusiaan.

“Karena pada akhirnya yang akan dikenang bukan siapa yang memimpin, tetapi seberapa besar manfaat yang telah kita berikan bagi kemanusiaan,” pungkasnya.

Melalui Muskab II ini, PMI Malinau diharapkan tidak hanya memperkuat struktur kepengurusan, tetapi juga membangun model pendanaan yang lebih mandiri agar pelayanan kemanusiaan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com