Pemprov Kalsel Perkuat Komitmen UKS/M Demi Generasi Sehat Indonesia Emas 2045

Pemprov Kalsel meminta seluruh kabupaten dan kota mengintegrasikan program UKS/M ke dalam pembangunan daerah guna memperkuat budaya hidup sehat dan meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik.

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong seluruh pemerintah kabupaten/kota di Kalsel memperkuat komitmen penyelenggaraan Usaha Kesehatan Sekolah dan Madrasah (UKS/M) dengan mengintegrasikan program tersebut ke dalam perencanaan pembangunan daerah agar mampu meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik sekaligus mendukung target Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Kalsel Galuh Tantri Narindra saat membuka Rapat Koordinasi Tim Pembina UKS/M kabupaten/kota se-Kalsel di Banjarbaru, Kamis (9/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Sekda menilai penguatan UKS/M perlu menjadi perhatian seluruh daerah karena berperan membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah melalui pelaksanaan Trias UKS yang mencakup pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat.

“Saya menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu sekalian yang telah mendedikasikan dirinya untuk mengoptimalkan keberadaan UKS dan madrasah se-Kalimantan Selatan,” ujar Muhammad Syarifuddin melalui Galuh Tantri Narindra, sebagaimana diberitakan Diskominfo MC Kalsel, Jumat (10/07/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan rapat koordinasi tersebut merupakan implementasi amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Melalui UKS/M, peserta didik diharapkan memiliki kemampuan hidup sehat sehingga dapat belajar, tumbuh, dan berkembang secara optimal.

“UKS/M diharapkan tidak hanya menjadi program kesehatan sekolah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan dan pembudayaan hidup sehat bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitarnya,” katanya.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah daerah yang belum mengoptimalkan fungsi pembinaan UKS/M akibat lemahnya koordinasi, pembinaan, pemantauan, evaluasi, serta pergantian personel yang memengaruhi keberlanjutan program.

“Oleh karena itu, rakor ini diharapkan menguatkan komitmen Tim Pembina dalam melaksanakan penyelenggaraan UKS/M di kabupaten/kotanya masing-masing,” jelasnya.

Sekda juga menegaskan bahwa pengintegrasian program UKS/M dalam pembangunan daerah harus diikuti dukungan penganggaran, penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi kader kesehatan, serta pembinaan, pemantauan, dan evaluasi secara berkelanjutan.

“Program UKS/M bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi elemen vital yang menopang kesehatan di lingkungan sekolah sehingga mampu menunjang prestasi belajar siswa,” tegasnya.

Mengakhiri arahannya, Sekda mengajak seluruh Tim Pembina UKS/M di kabupaten/kota memperkuat koordinasi agar transformasi UKS/M sebagai pusat pembudayaan hidup sehat di sekolah dan madrasah dapat diwujudkan secara berkelanjutan.

“Mari kita kuatkan komitmen bersama guna mewujudkan transformasi UKS/M sebagai pusat pembudayaan hidup sehat di sekolah dan madrasah secara berkelanjutan,” tutupnya. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com