gambar ilustrasi

Pencarian Diperpanjang, Pemancing Hilang di Barsel Ditemukan Meninggal

Tim gabungan memperpanjang operasi pencarian selama satu hari atas dasar kemanusiaan sebelum menemukan Titin Suriance alias Mama Topan dalam kondisi meninggal dunia.

BARITO SELATAN – Keputusan tim gabungan memperpanjang operasi pencarian atas dasar kemanusiaan berujung pada ditemukannya Titin Suriance alias Mama Topan, pemancing berusia 64 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Belanti, Desa Arai, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan (Barsel).

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (02/06/2026), setelah operasi pencarian yang semula dijadwalkan berakhir pada Senin (01/06/2026) diperpanjang satu hari. Perpanjangan pencarian dilakukan meski batas waktu sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) telah terpenuhi.

Hubungan Masyarakat (Humas) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel Deni Setiawan membenarkan penemuan korban tersebut. Ia mengatakan, posko pencarian dipusatkan di Desa Arai dan operasi berlangsung selama empat hari.

“Sesuai SOP, pencarian kami lakukan selama tiga hari dan posko dipusatkan di Desa Arai. Namun, atas dasar pertimbangan kemanusiaan, kami menambah waktu pencarian satu hari lagi sehingga total menjadi empat hari. Berdasarkan laporan dari lapangan hari ini, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Deni saat dikonfirmasi via WhatsApp, sebagaimana dilansir Sumber Berita, Selasa (02/06/2026).

Korban diketahui beralamat di Jalan Kaladan Nomor 39. Berdasarkan keterangan keluarga, korban berangkat memancing sejak Kamis 28 Mei 2026 dan memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Kepala BPBD Barsel Agus In’Yulius sebelumnya menjelaskan, laporan kehilangan diterima melalui call center BPBD pada Kamis sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan warga setempat.

“Berdasarkan informasi keluarga, korban berangkat memancing sekitar pukul 06.00 WIB bersama rombongan. Setibanya di lokasi, korban dan saudaranya menggunakan perahu kecil masing-masing. Hingga pukul 14.00 WIB korban masih terlihat normal, namun sekitar pukul 16.00 WIB rombongan menyadari korban sudah tidak ada di lokasi,” kata Agus.

Merespons laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Barsel dikerahkan ke lokasi. Operasi pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR) kemudian dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur gabungan.

Unsur yang terlibat dalam pencarian itu meliputi BPBD Barsel, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Palang Merah Indonesia (PMI) Barsel, keluarga korban, serta masyarakat setempat. Sebanyak dua Search and Rescue Unit (SRU) dengan total 14 personel disiagakan di lapangan.

Untuk memperluas area pencarian, tim gabungan mengerahkan dua unit perahu rescue beserta perlengkapannya, satu unit drone pantau, satu kotak peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), satu tandu, dan lima senter.

Operasi SAR tersebut juga dievaluasi secara berkala bersama Search and Rescue Mission Coordinator (SMC) agar penyisiran di area perairan dan sekitar lokasi hilangnya korban dapat berjalan lebih terarah.

Penemuan korban menutup operasi pencarian yang berlangsung selama empat hari. Meski korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, perpanjangan waktu pencarian dinilai menjadi bentuk ikhtiar kemanusiaan tim gabungan untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com