Perpustakaan keliling Dispusip Bartim untuk pertama kalinya menjangkau SDN 1 dan SDN 2 Tewah Pupuh setelah puluhan tahun sekolah setempat belum tersentuh layanan literasi langsung.
BARITO TIMUR – Keterbatasan akses bahan bacaan di wilayah jauh dari pusat kabupaten menjadi sorotan setelah mobil perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Barito Timur (Bartim) untuk pertama kalinya menyambangi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 dan SDN 2 Tewah Pupuh, Kecamatan Benua Lima, pada triwulan II 2026.
Kunjungan itu menjadi pengalaman baru bagi siswa dan tenaga pendidik setempat. Para guru menyebut layanan perpustakaan keliling tersebut baru pertama kali hadir setelah puluhan tahun sekolah berdiri, sebagaimana dilansir Sumber Berita, Kamis (07/05/2026).
Salah satu guru senior di SDN 1 Tewah Pupuh bahkan mengaku baru kali ini sekolahnya menerima layanan literasi langsung dari pemerintah daerah sejak ia mulai mengajar pada 1990. Pengalaman serupa juga dirasakan SDN 2 Tewah Pupuh di Marandi. Kepala sekolah setempat menyebut kedatangan mobil perpustakaan keliling menjadi momen penting bagi siswa dan guru.
Kehadiran mobil perpustakaan keliling disambut antusias. Para siswa tampak bersemangat memilih buku bacaan yang tersedia, mulai dari buku edukatif hingga bacaan rekreatif. Guru-guru juga ikut mencari buku sebagai tambahan referensi pembelajaran di sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Perpustakaan dan Kearsipan Bartim, Ari Panan P. Lelu, mengatakan program perpustakaan keliling menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bartim menjaga budaya membaca secara konvensional di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat, termasuk yang berada di daerah terpencil, tetap mendapatkan akses terhadap bahan bacaan dan layanan literasi,” ujarnya.
Melalui layanan tersebut, Pemkab Bartim berharap akses literasi tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten, tetapi juga menjangkau sekolah dan masyarakat di wilayah pinggiran. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan minat baca serta memperkuat budaya literasi generasi muda di Bartim. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan