Produksi Ikan Paser Melonjak, 1.100 Paket Bantuan Nelayan Digelontorkan

Bantuan sarana prasarana dan pelatihan nelayan mendorong peningkatan produksi perikanan tangkap di Paser hingga 3,33 persen.

PASER – Dinas Perikanan Kabupaten Paser terus memperkuat sektor perikanan tangkap melalui penyaluran bantuan sarana dan prasarana serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) nelayan. Upaya ini terbukti mendorong kenaikan produksi perikanan tangkap di wilayah tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten (Disperikan) Paser, Agustina, mengatakan bahwa bantuan yang disalurkan pemerintah memberikan dampak positif terhadap hasil tangkapan nelayan.

‎”Dari bantuan yang pemerintah berikan, terlihat ada peningkatan produksi perikanan tangkap Paser. Pada 2025 Perikanan Tangkap naik 3,33 persen dibanding tahun sebelumnya”, ujar Agustina saat ditemui di ruangannya Senin (13/04/2026).

Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan mencakup satu paket lengkap berupa alat tangkap ikan, kapal, dan mesin penggerak atau mesin pendorong. Pada 2026, Disperikan Paser telah menyiapkan sebanyak 1.100 unit bantuan untuk nelayan.

‎“Tahun 2026 ini, kami siapkan 1.100 unit bantuan untuk nelayan. Satu unit itu paket lengkap berisi alat tangkap, kapal, dan mesin penggerak atau mesin pendorong,” imbuhnya.

Berdasarkan data Disperikan Paser, saat ini terdapat sekitar 3.800 nelayan dan lebih dari 200 kelompok nelayan yang tersebar di Paser. Pengajuan bantuan dilakukan melalui proposal kelompok, dengan ketentuan bahwa kelompok penerima bantuan harus menunggu minimal dua tahun sebelum dapat mengajukan kembali.

Selain bantuan fisik, Disperikan Paser juga menggelar pelatihan laminasi kapal berbahan fiber pada 2026. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan nelayan dalam melapisi perahu kayu dengan bahan fiber guna memperpanjang masa pakai perahu, terutama di tengah keterbatasan bahan baku kayu.

‎”Program ini merupakan pelatihan peningkatan SDM bagi nelayan. Tujuannya, agar nelayan tidak ketergantungan dengan kayu sebagai bahan perahu, karena bahan baku kayu sudah sulit di dapatkan, kemudian perahu berbahan kayu ini juga memiliki tingkat ketahan yang tidak terlalu panjang”, papar Agustina.

Untuk memastikan efektivitas program, Disperikan Paser juga melakukan monitoring dan pengawasan secara rutin terhadap penerima bantuan.

‎”Kita tetap monitor, supaya yang mendapatkan bantuan tidak itu-itu saja orangnya. kita juga rutin cek, apakah bantuan sudah dipakai atau belum, dan memastikan bantuan peralatan tersebut tidak dijual”, pungkasnya.

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah daerah berharap produksi perikanan tangkap di Paser terus meningkat sekaligus mendorong kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com