Safari Jumat di Sepaku dimanfaatkan Bupati PPU untuk menyoroti dampak pembangunan IKN, keterbatasan anggaran daerah, serta pentingnya sinergi dan kemandirian desa.
PENAJAM PASER UTARA — Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor memimpin kegiatan Safari Jumat di Masjid Istiqomah, Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Jumat (24/04/2026), sekaligus menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah tantangan ekonomi daerah dan dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) PPU Abdul Waris Muin, Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar, para asisten dan tenaga ahli Bupati PPU, Camat Sepaku, serta masyarakat Desa Suko Mulyo.
Dalam sambutannya, Mudyat Noor menegaskan bahwa kekompakan dan persatuan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi tekanan ekonomi dan keterbatasan keuangan daerah. Ia menyebut stabilitas daerah dan kesejahteraan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.
Khusus di Sepaku, ia menyoroti perubahan sosial yang terjadi seiring pembangunan IKN. Menurutnya, proyek strategis nasional tersebut membawa peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat sekitar.
“Pembangunan IKN ini luar biasa dan menjadi kebanggaan, tetapi kita juga harus memastikan tidak ada kesenjangan yang terlalu jauh antara kawasan inti dan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Ia mengungkapkan sejumlah persoalan mulai muncul, seperti di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, hingga infrastruktur. Pemkab PPU, kata dia, terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Otorita IKN, untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan, pendidikan, dan layanan kesehatan melalui kolaborasi lintas kewenangan. Selain itu, penguatan layanan air bersih juga menjadi perhatian dengan target peningkatan sambungan rumah tangga di wilayah Sepaku.
Mudyat Noor juga menyinggung keterbatasan anggaran akibat penurunan pendapatan daerah. Oleh karena itu, diperlukan strategi alternatif melalui sinergi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, hingga sektor swasta.
“Kalau APBD tidak mampu, kita cari dari provinsi, pusat, bahkan CSR atau investasi pihak ketiga. Yang penting pembangunan tetap berjalan,” tegasnya.
Ia turut mendorong pemerintah desa untuk memperkuat ekonomi lokal melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta kerja sama antar desa. Upaya ini dinilai penting agar desa tidak sepenuhnya bergantung pada dana transfer pemerintah.
“Desa harus mulai mandiri, menggali potensi masing-masing, baik di sektor pertanian, perkebunan, maupun perikanan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Mudyat Noor menyampaikan bahwa kegiatan Safari Jumat akan dilaksanakan secara rutin sebagai sarana silaturahmi sekaligus forum dialog antara pemerintah dan masyarakat untuk menyerap aspirasi secara langsung.
“Kegiatan ini kita lakukan rutin setiap Jumat, tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga berdiskusi terkait persoalan pembangunan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Sekda PPU Tohar mengatakan bahwa memasuki Tahun Anggaran 2025, desa-desa menghadapi tantangan dalam menyesuaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) akibat perubahan kondisi fiskal.
Untuk itu, Pemkab PPU mendorong adanya pendampingan dan fasilitasi kepada para kepala desa agar mampu melakukan penyesuaian anggaran secara tepat.
“Saya minta ada fasilitasi dan mentoring kepada kepala desa dalam melakukan penyesuaian APBDes, karena ini juga dialami di tingkat kabupaten. Program yang sudah direncanakan harus disesuaikan dengan kemampuan pendapatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam kondisi keterbatasan anggaran, pemerintah harus cermat dalam menentukan prioritas kegiatan, termasuk memutuskan kelanjutan program yang telah terikat kontrak.
Selain itu, Tohar juga menyinggung gerakan lingkungan Asri (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia meminta camat, lurah, dan kepala desa aktif menggerakkan partisipasi warga melalui kegiatan gotong royong.
“Peran aparat kewilayahan sangat penting untuk hadir di tengah masyarakat, mendorong partisipasi, dan memastikan program berjalan dengan baik,” tegasnya. []
Penulis: Subur Priono | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan