Iran menegaskan bahwa jaminan terhadap hak-hak rakyat menjadi syarat mutlak sebelum menyetujui kesepakatan apa pun dengan Amerika Serikat.
TEHERAN – Iran menegaskan tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun dengan Amerika Serikat (AS) sebelum hak-hak rakyatnya dipastikan terlindungi. Sikap tersebut disampaikan di tengah proses diplomasi yang masih berlangsung antara kedua negara terkait berbagai isu strategis.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menekankan bahwa jaminan terhadap hak-hak rakyat Iran menjadi syarat utama sebelum Teheran mempertimbangkan tercapainya kesepakatan dengan Washington.
“Kami tidak akan menyetujui perjanjian apa pun sampai kami yakin bahwa hak-hak rakyat Iran telah ditegakkan,” tegas Ghalibaf dalam sebuah video yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, sebagaimana dilansir AFP, Senin (01/06/2026).
Dalam pernyataannya, Ghalibaf juga menyampaikan keraguan Iran terhadap komitmen yang diberikan oleh pihak AS selama proses perundingan berlangsung. Menurutnya, kehati-hatian tetap menjadi dasar sikap delegasi Iran dalam setiap tahapan negosiasi.
Ghalibaf, yang juga menjabat Ketua Parlemen Iran, menambahkan bahwa para negosiator Iran “tidak mempercayai kata-kata musuh maupun janji-janjinya”.
Pernyataan tersebut mencerminkan masih kuatnya sikap waspada Teheran terhadap hubungan diplomatik dengan Washington. Perbedaan pandangan dan rendahnya tingkat kepercayaan antara kedua negara dinilai masih menjadi tantangan utama dalam upaya mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.
Ke depan, keberlanjutan dialog antara Iran dan AS diperkirakan akan sangat bergantung pada kemampuan kedua negara membangun kepercayaan serta menemukan titik temu yang dapat menjamin kepentingan masing-masing pihak. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan