Kecurigaan warga karena korban tidak terlihat beraktivitas selama beberapa hari berujung pada penemuan seorang pria meninggal dunia di rumah bedakan kawasan Sungai Miai, Banjarmasin Utara.
BANJARMASIN – Kecurigaan warga karena tidak melihat seorang penghuni rumah bedakan selama beberapa hari berujung pada penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di Jalan Agatis II RT 41, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Selasa (09/06/2026) siang.
Korban diketahui bernama Ludwig Kusnadi, warga asal Sumatera Selatan. Saat ditemukan, kondisi jasad korban telah mengeluarkan bau tidak sedap yang diduga menandakan korban telah meninggal beberapa waktu sebelumnya.
Pemilik rumah bedakan, Hasnan Noor, mengatakan korban telah menempati tempat tinggal tersebut selama kurang lebih delapan bulan dan hidup seorang diri. Keluarga korban diketahui berada di Jakarta.
“Dia tinggal sendiri saja, kalau untuk keluarganya itu tinggal di Jakarta,” ujar Hasnan.
Menurut Hasnan, warga mulai merasa ada yang tidak biasa setelah korban tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya selama beberapa hari terakhir. Padahal, korban kerap menghabiskan waktu di bengkel yang berada di depan tempat tinggalnya.
“Sekitar dua atau tiga hari ini dia tidak kelihatan, biasanya tiap hari ada saja dia santai di bengkel depan,” bebernya.
Hasnan juga mengungkapkan bahwa korban diketahui memiliki riwayat penyakit dan selama ini menjalani pengobatan rawat jalan. Informasi tersebut diperolehnya dari kebiasaan keluarga korban yang rutin mengirimkan obat-obatan.
“Saya tidak tahu pasti penyakitnya apa, tapi tiap bulan ibunya dari Jakarta itu mengirim obat untuk dia,” ungkapnya.
Sementara itu, rekan Hasnan bernama Awaludin menuturkan bahwa korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya saat terakhir kali bertemu beberapa hari lalu. Informasi mengenai kondisi korban tersebut sebagaimana diwartakan Wartabanjar, Selasa (09/06/2026).
“Kalau tidak salah dia itu ada riwayat sakit jantung juga. Makanya terakhir bertemu tiga hari yang lalu itu kondisinya kurang sehat, jadi kita suruh istirahat di rumah saja,” tutur Awaludin.
Menurut Awaludin, setelah pertemuan tersebut korban tidak lagi terlihat hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
“Setelah itu dia tidak ada kelihatan lagi, sampai akhirnya baru ketahuan hari kondisinya sudah meninggal dunia,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian lingkungan sekitar terhadap warga yang tinggal seorang diri, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit, sehingga kondisi darurat dapat diketahui dan ditangani lebih cepat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan