Karhutla di Kotim telah membakar sekitar 11 hektare lahan, termasuk area sekitar KKOP Bandara Haji Asan Sampit, meski operasional penerbangan masih aman.
KOTAWARINGIN TIMUR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi perhatian serius karena salah satu titik api berada di sekitar kawasan keselamatan penerbangan Bandara Haji Asan Sampit.
Dalam lima hari terakhir, luas lahan yang terbakar di Kotim diperkirakan mencapai sekitar 11 hektare. Titik kebakaran tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, yang berada di sekitar area penting bagi aktivitas pendaratan dan lepas landas pesawat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, mengatakan salah satu lokasi karhutla berada di Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, sebagaimana diberitakan Kompas, Senin, (06/07/2026). Di wilayah tersebut, sekitar 4 hektare lahan dilaporkan hangus terbakar.
“Alhamdulillah, setelah dua hari kami lakukan pemadaman, api di lokasi tersebut sudah berhasil kami lokalisasi,” ujar Multazam saat dikonfirmasi Kompas.com dari Palangka Raya, Senin (06/07/2026).
Upaya pemadaman di Baamang Hulu dilakukan tim gabungan selama dua hari sejak Sabtu (04/07/2026). Lokasi kebakaran itu berada di Jalan Ir. Soekarno dan masuk dalam kawasan terbatas atau restricted area Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Haji Asan Sampit.
“Daerah itu termasuk restrict area (kawasan terbatas) bandara karena letaknya dekat dengan obyek vital. Walaupun masih cukup jauh, tapi ini menjadi prioritas karena bisa sangat mengganggu bagi penerbangan,” bebernya.
Meski berada di sekitar objek vital, petugas memastikan operasional Bandara Haji Asan Sampit masih berjalan aman dan lancar. Hingga kini, belum ada laporan gangguan terhadap aktivitas penerbangan akibat karhutla tersebut.
“Meskipun hingga kini belum ada laporan mengenai gangguan terhadap aktivitas penerbangan, kondisi tersebut terus diwaspadai mengingat kebakaran masih berlangsung dan berada di sekitar obyek vital,” tegasnya.
Selain titik api di Baamang, BPBD Kotim juga mendeteksi kebakaran baru di Kecamatan Mentaya Hilir Utara pada Senin (6/7/2026). Luas lahan yang terbakar di wilayah itu diperkirakan mencapai 3 hektare.
“Saat ini, tim di lapangan tengah berfokus melakukan proses pemadaman di lokasi tersebut,” tuturnya.
Multazam menyebut titik koordinat pasti dan nama desa lokasi kebakaran di Mentaya Hilir Utara masih dalam pendataan lebih lanjut. Tim patroli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memantau situasi karhutla di Kotim melalui udara.
Petugas terus mewaspadai potensi perluasan api, terutama di kawasan yang berdekatan dengan objek vital. Pemantauan dan pemadaman dilakukan untuk mencegah karhutla mengganggu keselamatan penerbangan serta aktivitas warga di sekitar lokasi terdampak. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan