1.440 Nelayan Paser Dapat BBM Subsidi, Akses Dipermudah Lewat SPBN

Sebanyak 1.440 nelayan di Paser difasilitasi akses BBM bersubsidi melalui SPBN untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan hasil tangkapan.

PASER – Dinas Perikanan Kabupaten Paser memfasilitasi 1.440 nelayan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) guna menekan biaya operasional melaut dan meningkatkan hasil tangkapan di wilayah pesisir.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Paser, Agustina, mengatakan hingga saat ini ribuan nelayan telah mengantongi surat rekomendasi sebagai syarat utama memperoleh BBM bersubsidi.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Paser, Agustina

“Saat ini sudah ada 1440 nelayan di kabupaten Paser yang sudah mengantongi surat rekomendasi untuk mereka bisa mendapatkan BBM bersubsidi”, ungkap Agustina saat ditemui Jumat (24/04/2026).

Ia menjelaskan, surat rekomendasi tersebut diperoleh setelah nelayan mengajukan usulan ke Dinas Perikanan Paser dengan memenuhi sejumlah persyaratan administratif.

“Pertama, nelayan wajib memiliki Kartu Pelaku Usaha Perikanan atau kartu KUSUKA namanya. Kartu ini semacam KTP khusus nelayan. Kedua, melampirkan e-BPKB kapal. Ini seperti STNK-nya kapal. Sebagai bukti bahwa nelayan memang punya armada,” jelasnya.

Agustina menambahkan, kuota BBM bersubsidi yang direkomendasikan berkisar 10 hingga 20 liter per hari untuk setiap nelayan. Besaran tersebut disesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan yang berbeda-beda.

“Untuk teknisnya, berbeda-beda tergantung kebutuhan. Ada nelayan satu trip habis 7 liter, ada yang 10 sampai 15 liter. Jadi kami berikan kuota rata-rata 10–20 liter per hari,” lanjut Agustina.

Ia menyebut, perhitungan kuota tersebut mengacu pada asumsi nelayan melaut selama 21 hari kerja dalam satu bulan. Adapun mekanisme pengambilan BBM di SPBN bersifat fleksibel, baik secara harian maupun mingguan, sesuai kebutuhan kelompok nelayan.

“Biasanya nelayan itu tergabung dalam kelompok nelayan. Kelompok nelayan ini kemudian mengumpulkan surat rekomendasi untuk mengambil BBM ke SPBN sesuai dengan kebutuhan”, pungkasnya.

Saat ini, fasilitas SPBN di Paser tersedia di dua titik wilayah pesisir, yakni di Desa Lori dan Desa Pondong. Keberadaan SPBN tersebut diharapkan mampu memotong rantai distribusi BBM sehingga nelayan tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke daratan serta memperoleh harga sesuai ketentuan.

Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya operasional nelayan, mendorong produktivitas hasil tangkapan, serta berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Paser. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com