KUTAI KARTANEGARA – Dua truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) terlibat kecelakaan serius di jalan poros Tenggarong-Kota Bangun, tepatnya di kawasan Lebaho Ulaq, Sabtu (28/02/2026) dinihari. Insiden ini menyoroti pentingnya kewaspadaan pengemudi, khususnya saat kondisi jalan licin dan hujan deras.
Kapolsek Muara Kaman, Iptu Herwin, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.22 Wita saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, sehingga jarak pandang sopir terbatas. Kedua kendaraan yang terlibat adalah truk tangki BBM Pertamina bernopol KT 8676 PE dan truk tangki BBM industri berwarna biru bernopol W 9879 UL.
“Dari hasil olah TKP, kami menduga kecelakaan dipicu sopir truk tangki biru yang berusaha mendahului kendaraan lain di jalan menurun. Diduga karena jalan licin, kendaraan hilang kendali dan menghantam truk tangki yang sedang menanjak dari arah berlawanan,” jelas Herwin.
Akibat benturan keras tersebut, kedua truk ringsek parah. Sopir truk tangki biru, IR (25), mengalami luka pada kaki dan memar di punggung, sedangkan penumpangnya, MA (30), mengalami patah tulang di kedua kaki dan luka di dahi. Keduanya segera dilarikan ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Hujan deras dan kondisi jalan menurun di kawasan Lebaho Ulaq kembali menjadi faktor risiko utama kecelakaan di jalur poros Tenggarong-Kota Bangun. Pihak kepolisian menekankan pentingnya kehati-hatian sopir, terutama saat mengemudi kendaraan berat di malam hari dan dalam cuaca buruk.
“Pengemudi harus menyesuaikan kecepatan, menjaga jarak aman, dan memastikan kondisi kendaraan prima. Selain itu, cuaca dan kondisi jalan harus selalu diperhatikan agar kecelakaan dapat dihindari,” imbuh Herwin.
Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi semua sopir truk dan kendaraan berat lainnya di wilayah Kalimantan Timur. Koordinasi antara pengemudi, pengawas transportasi, dan aparat kepolisian diharapkan mampu meningkatkan keselamatan di jalur-jalur rawan kecelakaan. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan