KUTAI KARTANEGARA – Cuaca buruk mengancam nyawa seorang nelayan saat perahunya tiba-tiba karam di Sungai Tamapole, Minggu (01/03/2026). Perahu yang dikemudikan Udi (37), warga Muara Ulu Kecil, terseret arus deras saat hujan disertai petir mengguyur kawasan Muara Jawa, Kutai Kartanegara.
Menurut istri korban, Sukmawati, suaminya berangkat seorang diri menuju Muara Kembang untuk memancing. “Awalnya aman, tapi tiba-tiba hujan lebat dan petir membuat perahu terbalik. Dia hanyut dibawa arus,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Mendapat laporan, tim SAR gabungan langsung diterjunkan pada Senin (02/03/2026) siang, menyisir sungai menggunakan perahu patroli, peralatan keselamatan, dan drone untuk memantau arus. Operasi melibatkan Ditpolairud Polda Kaltim, Satpolairud Polres Kukar, TNI AL Patkamla Lamaru, Basarnas Balikpapan, Damkar Muara Jawa, serta relawan lokal.
“Kami membagi tim untuk menelusuri titik rawan dan lokasi arus deras. Korban masih dalam pencarian, kondisi sungai cukup menantang,” ujar AKP Benedict Jaya, Kasat Polairud Polres Kukar.
Warga sekitar menyebut kejadian ini menambah kekhawatiran komunitas nelayan. Beberapa saksi menyebut air sungai naik drastis dalam hitungan menit saat hujan deras, menyulitkan proses pencarian.
Polisi mengimbau semua nelayan untuk menunda aktivitas di perairan saat cuaca ekstrem, menggunakan pelampung, dan selalu memberi tahu keluarga atau warga sebelum berlayar. Hingga Senin malam, korban Udi belum ditemukan, dan pencarian tetap berlangsung intensif di sepanjang Sungai Tamapole. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan