KATINGAN – Upaya pencarian terhadap seorang penambang emas tradisional yang diduga tenggelam di Sungai Katingan masih terus berlangsung hingga akhir pekan ini. Korban diketahui bernama Sar (49), warga Desa Tewang Rangkang, Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Informasi mengenai kejadian tersebut pertama kali diterima aparat kepolisian setelah adanya laporan dari masyarakat terkait hilangnya seorang pekerja tambang emas di wilayah perairan Desa Buntut Bali, Kecamatan Pulau Malan. Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada Jumat 6 Maret 2026 ketika korban sedang menjalankan aktivitas penambangan di sungai.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai dugaan tenggelamnya seorang warga saat bekerja sebagai penambang emas di Sungai Katingan. Ia menyebutkan bahwa hingga kini korban masih belum berhasil ditemukan.
Menurut Dodik, aparat kepolisian bersama tim terkait dan masyarakat setempat masih melakukan pencarian secara intensif di sekitar lokasi kejadian. Pencarian dilakukan dengan menyisir area sungai dan beberapa titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.
Ia menjelaskan bahwa proses pencarian masih berlangsung dan melibatkan berbagai pihak, termasuk warga sekitar yang turut membantu menyisir kawasan perairan tersebut. “Kami bersama tim gabungan terus melakukan upaya pencarian terhadap korban yang dilaporkan tenggelam,” kata Dodik saat memberikan keterangan, Sabtu (07/03/2026).
Sementara itu, Kepala Desa Tewang Rangkang, Subandi, membenarkan bahwa korban merupakan salah satu warganya yang sehari-hari bekerja sebagai penambang emas tradisional. Ia mengatakan kabar mengenai hilangnya Sar telah diketahui oleh keluarga dan masyarakat desa.
Subandi menyampaikan bahwa pemerintah desa bersama warga turut terlibat dalam membantu pencarian di sekitar lokasi kejadian. Menurutnya, masyarakat setempat berinisiatif ikut menyisir aliran sungai dan area penambangan untuk mempercepat proses pencarian.
Aktivitas penambangan emas tradisional di sejumlah wilayah Kabupaten Katingan memang masih banyak dilakukan masyarakat sebagai sumber penghasilan. Namun kegiatan tersebut juga memiliki risiko tinggi, terutama ketika dilakukan di perairan sungai dengan arus yang tidak menentu.
Hingga saat ini, tim pencari masih terus berupaya menemukan korban. Pihak keluarga pun berharap Sar dapat segera ditemukan agar kepastian mengenai nasibnya dapat diketahui. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan