DHAKA – Kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi akibat konflik yang memanas di Timur Tengah mulai terasa di Bangladesh. Pada Minggu (08/03/2026), antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di ibu kota Dhaka dan beberapa wilayah lainnya. Banyak pemilik kendaraan rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar.
Situasi tersebut dipicu oleh meningkatnya kecemasan masyarakat terhadap potensi krisis energi global setelah ketegangan antara Iran, Israel, dan sejumlah negara Teluk semakin memanas. Konflik di kawasan yang menjadi pusat produksi minyak dunia itu membuat sebagian warga Bangladesh khawatir pasokan bahan bakar akan terganggu.
Di beberapa SPBU di Dhaka, antrean kendaraan bahkan mulai terbentuk sejak malam hingga dini hari. Sejumlah pengemudi memilih datang lebih awal agar tidak kehabisan bahan bakar ketika persediaan di pompa bensin mulai menipis.
Seorang pengendara mobil di Dhaka mengaku terpaksa mengantre sejak tengah malam demi memastikan kendaraannya tetap dapat digunakan untuk bekerja. “Saya datang sejak semalam karena khawatir stok bahan bakar akan habis. Jika tidak mengisi sekarang, mungkin besok saya tidak bisa mendapatkan BBM,” ujarnya.
Lonjakan permintaan membuat pemerintah Bangladesh mengambil langkah pengendalian distribusi bahan bakar. Otoritas setempat memberlakukan sistem penjatahan yang membatasi jumlah pembelian bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Seorang petugas SPBU mengatakan bahwa kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi BBM tetap merata di tengah meningkatnya permintaan masyarakat. “Kami diminta membatasi jumlah pembelian setiap kendaraan agar stok tidak cepat habis. Permintaan meningkat tajam sejak kabar konflik di Timur Tengah berkembang,” kata petugas tersebut.
Ketergantungan Bangladesh terhadap energi impor membuat negara ini sangat sensitif terhadap gejolak pasokan global. Data pemerintah menunjukkan sekitar 95 persen kebutuhan minyak bakar Bangladesh berasal dari impor. Selain itu, sekitar 70 persen pasokan gas juga didatangkan dari luar negeri, sebagian besar dari kawasan Timur Tengah.
Untuk mengatasi kekhawatiran masyarakat, pemerintah Bangladesh menyatakan bahwa pasokan energi masih dalam kondisi terkendali. Otoritas energi setempat mengungkapkan sejumlah kapal pengangkut bahan bakar telah tiba di pelabuhan utama Chattogram.
Pemerintah menyebutkan bahwa enam kapal yang membawa berbagai jenis bahan bakar, termasuk gas alam cair (LNG), minyak bakar, gas minyak cair (LPG), serta kondensat telah merapat di pelabuhan tersebut.
Selain itu, beberapa kapal lainnya yang membawa pasokan energi tambahan juga dilaporkan sedang menuju Bangladesh. Pemerintah berharap kedatangan kapal-kapal tersebut dapat membantu menstabilkan pasokan energi dan meredakan kepanikan masyarakat.
Meski demikian, antrean panjang di sejumlah SPBU menunjukkan bahwa kekhawatiran publik terhadap dampak konflik Timur Tengah terhadap ketersediaan energi masih cukup tinggi. Jika ketegangan geopolitik terus berlanjut, situasi pasokan energi global dikhawatirkan akan semakin tidak menentu. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan