MAHAKAM ULU – Kehadiran Pasar Ramadan menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan suci. Setiap sore menjelang waktu berbuka puasa, kawasan pasar musiman tersebut dipadati pedagang dan pembeli yang mencari berbagai hidangan untuk berbuka. Para pelaku usaha kecil berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan lebih agar kegiatan jual beli di pasar tersebut semakin berkembang dan memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Salah satu pedagang di Pasar Ramadan, Amir Amiruddin, mengaku telah berjualan selama lima tahun di pasar musiman tersebut. Ia secara konsisten menyediakan berbagai jenis makanan berat yang biasanya menjadi pilihan masyarakat untuk menu berbuka puasa.
“Kalau saya di sini lebih banyak menjual makanan berat seperti ayam bakar, ikan bakar, ikan yang sudah dimasak, sayuran, bihun, urap dan lainnya,” ujar Amir saat diwawancarai sore hari, Senin (09/03/2026).
Menurut Amir, pada Ramadan tahun ini lokasi Pasar Ramadan dipindahkan ke area lapangan terbuka. Perubahan lokasi tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika para pedagang berjualan di area depan masjid. Perpindahan lokasi ini membuat para pedagang harus beradaptasi kembali dengan kondisi tempat berjualan yang baru.
Selain penyesuaian tempat, pedagang juga menghadapi sejumlah kendala dalam menjalankan usaha mereka. Salah satu persoalan yang dirasakan adalah jarak antara rumah pedagang dengan lokasi pasar yang cukup jauh. Kondisi tersebut menyulitkan pedagang dalam membawa dan menyiapkan barang dagangan, terutama pada siang hari sebelum aktivitas pasar dimulai. “Kendalanya itu jarak rumah ke sini lumayan jauh, jadi untuk pengangkutan barang dagangan agak repot,” katanya.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, Amir tetap optimistis Pasar Ramadan dapat terus berkembang dan menarik lebih banyak pengunjung. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan melalui berbagai kegiatan yang mampu meningkatkan kunjungan masyarakat ke pasar tersebut.
“Harapan ke depan pemerintah daerah lebih aktif mempromosikan Pasar Ramadan ini, misalnya dengan mengadakan buka puasa bersama di sekitar sini atau kegiatan yang membuat masyarakat datang dan berbelanja kepada kami,” ujarnya.
Menurut Amir, promosi dan dukungan dari pemerintah sangat penting untuk membantu para pelaku UMKM memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar selama Ramadan. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, diharapkan perputaran ekonomi di Pasar Ramadan juga semakin baik sehingga mampu mendukung penghasilan para pedagang lokal. []
penulis: Muhammad Jamaluddin | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan