TANAH LAUT – Warga Komplek Gerilya Flamboyan, Kelurahan Karang Taruna, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, dikejutkan oleh sebuah penggerebekan yang melibatkan dua aparatur desa pada Senin (09/03/2026). Peristiwa tersebut terjadi setelah masyarakat setempat mencurigai adanya hubungan tidak pantas antara seorang kepala desa dan seorang perangkat desa dari wilayah berbeda.
Kedua orang yang diamankan warga diketahui berinisial A dan M. A merupakan kepala desa yang bertugas di wilayah Kecamatan Pelaihari, sementara M diketahui sebagai perangkat desa dari Kecamatan Takisung. Keduanya diduga memiliki hubungan terlarang meskipun masing-masing telah berkeluarga.
Peristiwa penggerebekan itu tidak terjadi secara tiba-tiba. Warga setempat mengaku sudah lama merasa curiga dengan aktivitas keduanya yang sering terlihat datang dan pergi bersama di kompleks tersebut pada waktu yang dianggap tidak biasa.
Beberapa warga bahkan mengaku kerap melihat keduanya berada di lokasi tersebut di luar jam kerja sehingga menimbulkan kecurigaan di lingkungan sekitar.
Kecurigaan tersebut akhirnya mendorong warga untuk melakukan pengawasan secara diam-diam. Setelah beberapa waktu melakukan pemantauan, warga bersama petugas keamanan kompleks serta keluarga kedua belah pihak akhirnya melakukan penggerebekan pada Senin siang.
Aksi tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar dan menimbulkan keramaian di lingkungan perumahan.
Ketua RT 7B Komplek Gerilya Flamboyan, Raniansyah, membenarkan bahwa sebelumnya masyarakat memang telah melaporkan aktivitas mencurigakan kedua oknum aparatur desa tersebut.
Ia menjelaskan bahwa laporan warga sudah diterima sejak beberapa waktu lalu karena masyarakat merasa tidak nyaman dengan aktivitas yang dinilai tidak wajar.
“Kami memang menerima laporan dari warga terkait aktivitas kedua orang tersebut. Karena itu warga melakukan pengawasan agar tidak terjadi hal-hal yang meresahkan di lingkungan,” ujar Raniansyah saat dikonfirmasi.
Menurutnya, kedua oknum tersebut bukanlah warga yang tinggal di kompleks tersebut, namun sering terlihat datang secara bersamaan sehingga menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Untuk menghindari kemungkinan terjadinya tindakan main hakim sendiri, warga kemudian memutuskan menyerahkan keduanya kepada pihak kepolisian.
Petugas dari Polsek Pelaihari kemudian membawa kedua oknum aparatur desa tersebut ke kantor polisi guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut guna memastikan kronologi lengkap serta kemungkinan adanya pelanggaran hukum yang terjadi.
Kasus ini pun menjadi perhatian masyarakat setempat karena melibatkan aparatur desa yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.
Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait pasal yang mungkin dikenakan kepada kedua oknum tersebut. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan