Gambar Ilustrasi

Kapal Tambang Pasir Terbalik di Sanggau, Tiga ABK Tenggelam

SANGGAU – Insiden kapal terbalik di Sungai Kapuas, Desa Sansat, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menelan korban jiwa. Dari tiga anak buah kapal (ABK) yang sebelumnya dilaporkan hilang, satu orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua korban lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (13/03/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, ketika kapal MV JH 07 yang digunakan untuk aktivitas penambangan pasir tiba-tiba terbalik di tengah sungai.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak I Made Junetra menjelaskan bahwa kapal tersebut mengalami kecelakaan saat sedang beroperasi melakukan kegiatan penambangan. “Insiden terjadi pada dini hari ketika kapal MV JH 07 sedang menjalankan aktivitas penambangan pasir di Sungai Kapuas. Kapal tersebut tiba-tiba terbalik,” ujar Junetra, Sabtu (14/03/2026).

Akibat kejadian tersebut, tiga orang awak kapal dilaporkan tenggelam. Mereka diketahui bernama Benget Situmeang, Yan Zhe, dan Shang Mingde.

Setelah menerima laporan kejadian, Kantor SAR Pontianak langsung mengerahkan tim penyelamat menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.

Tim SAR diberangkatkan dari Pontianak menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) dengan membawa berbagai perlengkapan operasi, seperti peralatan evakuasi, peralatan medis, alat navigasi, perangkat komunikasi, hingga perlengkapan penyelaman.

Dalam proses pencarian yang dilakukan bersama unsur gabungan, satu korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. “Satu korban telah ditemukan oleh tim SAR gabungan dan langsung dievakuasi dari lokasi kejadian,” kata Junetra.

Saat ini jenazah korban masih dalam proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang. Sementara itu, dua korban lainnya hingga kini masih belum ditemukan. Tim SAR bersama unsur terkait terus melakukan pencarian dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian di Sungai Kapuas. “Operasi pencarian masih terus berlangsung. Tim melakukan penyisiran di permukaan sungai serta memantau beberapa titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam,” jelas Junetra.

Selain melakukan penyisiran di perairan, tim SAR juga berkoordinasi dengan aparat setempat dan masyarakat sekitar untuk mempercepat proses pencarian korban yang masih hilang.

Upaya pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan atau hingga batas waktu operasi pencarian sesuai prosedur yang berlaku. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com