Gambar Ilustrasi

Pertamini Ikut Kosong, BBM Jadi Barang Langka di Sambas

SAMBAS – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan warga di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dalam beberapa hari terakhir. Antrean panjang kendaraan tampak di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sementara stok BBM di pengecer atau Pertamini juga dilaporkan mulai menipis.

Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu. BBM yang biasanya mudah didapat kini menjadi barang langka, terutama jenis Pertalite, bahkan Pertamax di beberapa SPBU juga dilaporkan habis.

Sejumlah warga mengaku kesulitan memperoleh bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari mengantar anak ke sekolah hingga menjalankan aktivitas rumah tangga.

Salah satu warga Sambas, Risma, mengaku heran dengan kondisi tersebut karena kelangkaan BBM seperti ini jarang terjadi sebelumnya. “Kami juga bingung kenapa sekarang BBM jadi sulit didapat. Biasanya tidak pernah sampai seperti ini,” ujarnya, Jumat (13/03/2026).

Menurutnya, antrean kendaraan di SPBU sering kali sangat panjang sehingga banyak warga yang memilih membeli BBM di pengecer. Namun kondisi tersebut kini juga tidak banyak membantu karena stok di tingkat pengecer sudah habis.

Risma bahkan menceritakan pengalaman keluarganya yang sempat kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan. “Ada keluarga yang datang ke rumah karena motornya kehabisan bensin. Mereka sudah mencari ke beberapa tempat tapi tidak dapat. Kami akhirnya berbagi sedikit bensin yang masih ada supaya mereka bisa pulang,” tuturnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Ahfi, yang menyebut sebagian besar pengecer BBM di wilayah Sambas telah kehabisan stok. “Banyak pengecer yang sudah kosong. Kami juga tidak tahu besok bagaimana kalau BBM masih sulit didapat,” katanya.

Ia mengaku kendaraan di rumahnya bahkan sudah tidak memiliki bahan bakar sehingga terpaksa menunda aktivitas. “Kalau tidak ada bensin, mungkin kami harus berjalan kaki untuk sementara karena motor sudah tidak ada isinya,” ujarnya.

Sementara itu, warga lainnya Iman mengatakan kelangkaan tidak hanya terjadi pada BBM jenis Pertalite, tetapi juga mulai dirasakan pada Pertamax di beberapa SPBU. “Biasanya yang sulit hanya Pertalite, tapi sekarang Pertamax juga ada yang kosong. Motor saya juga tinggal sedikit sekali bensinnya,” ungkapnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Sambas Satono bersama Wakil Bupati Heroaldi, Kapolres, Kajari, serta Dandim Sambas melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU pada Jumat (13/03/2026).

Dalam sidak tersebut, pihak pengelola SPBU diminta melakukan konfirmasi langsung kepada Pertamina terkait kuota BBM yang seharusnya diterima oleh masing-masing SPBU.

Bupati Satono memastikan bahwa berdasarkan informasi dari pihak Pertamina, kuota BBM untuk Kabupaten Sambas sebenarnya masih aman. “Kami sudah melakukan koordinasi langsung dengan Pertamina. Dari hasil konfirmasi, kuota BBM untuk SPBU di Kabupaten Sambas dipastikan aman,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Pemerintah daerah, lanjut Satono, akan terus memantau distribusi BBM di lapangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan antrean panjang dapat segera teratasi. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com