BAGHDAD — Situasi keamanan di ibu kota Irak kembali memanas setelah serangkaian roket menghantam kawasan Bandara Internasional Baghdad, Senin (16/03/2026). Serangan tersebut menargetkan area strategis yang berada di sekitar fasilitas militer dan diplomatik Amerika Serikat di kompleks bandara.
Otoritas keamanan Irak melaporkan sedikitnya lima orang mengalami luka akibat insiden tersebut. Para korban terdiri dari pekerja bandara, personel keamanan, serta seorang tenaga teknis yang berada di lokasi saat serangan terjadi.
Media keamanan pemerintah Irak menyebutkan bahwa sejumlah roket ditembakkan secara bersamaan ke arah bandara dan kawasan di sekitarnya.
“Total lima roket diarahkan ke wilayah Bandara Internasional Baghdad dan area di sekelilingnya. Serangan itu menyebabkan empat pegawai bandara dan petugas keamanan terluka, serta seorang insinyur mengalami cedera,” demikian keterangan resmi otoritas keamanan Irak sebagaimana dilaporkan AFP.
Beberapa proyektil dilaporkan menghantam fasilitas di dalam kawasan bandara, termasuk area pabrik desalinasi air. Sementara roket lainnya jatuh di sejumlah titik di sekitar kompleks keamanan yang berada dekat dengan penjara tempat para tersangka anggota kelompok ISIS ditahan.
Tak jauh dari lokasi tersebut juga terdapat pangkalan udara milik militer Irak yang bersebelahan dengan fasilitas diplomatik Amerika Serikat.
Menanggapi serangan itu, pasukan keamanan Irak segera melakukan operasi penyisiran. Aparat berhasil menemukan lokasi peluncuran roket yang diduga digunakan pelaku serangan di wilayah al-Radwaniya, kawasan barat daya Baghdad.
Selain itu, aparat pertahanan udara Irak juga berhasil menembak jatuh tiga pesawat tanpa awak yang terdeteksi terbang di sekitar area bandara.
Bandara Internasional Baghdad sendiri merupakan kawasan strategis yang tidak hanya melayani penerbangan sipil, tetapi juga memiliki kompleks militer yang luas. Di dalamnya terdapat sejumlah pangkalan milik tentara Irak, fasilitas keamanan nasional, serta area logistik dan diplomatik yang digunakan Amerika Serikat.
Sejak konflik di Timur Tengah kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir, Irak menjadi salah satu wilayah yang berada dalam posisi rawan. Negara ini kerap menjadi arena persaingan pengaruh antara Amerika Serikat dan Iran.
Sebagai langkah pengamanan, pemerintah Irak sebelumnya telah menutup ruang udara nasional dan menghentikan sementara aktivitas penerbangan di seluruh wilayah negara tersebut.
Sejumlah kelompok bersenjata yang memiliki kedekatan dengan Iran juga dilaporkan sering melancarkan serangan roket maupun drone terhadap instalasi militer Amerika Serikat di Irak, termasuk kawasan Bandara Baghdad.
Kementerian Kehakiman Irak bahkan mengingatkan bahwa serangan yang terjadi di sekitar bandara dapat menimbulkan risiko serius terhadap keamanan penjara pusat al-Karkh, yang saat ini menampung ribuan tersangka anggota ISIS yang dipindahkan dari Suriah.
Ketegangan di Baghdad semakin meningkat setelah Kedutaan Besar Amerika Serikat juga menjadi sasaran serangan drone pada Sabtu sebelumnya. Pada hari yang sama, tiga pejuang yang diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok bersenjata pro-Iran dilaporkan tewas dalam serangan yang disebut-sebut dilakukan oleh Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, aparat keamanan Irak masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak yang berada di balik rangkaian serangan tersebut. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan