Perampok bersenjata celurit menggasak uang dan barang dari Alfamart di Palangka Raya saat karyawan hendak menutup toko.
PALANGKA RAYA – Aksi perampokan bersenjata tajam terjadi di salah satu toko ritel Alfamart di Jalan Junjung Buih Induk, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), saat jam operasional hampir berakhir, Minggu (22/03/2026) malam. Pelaku berhasil membawa kabur uang tunai dan sejumlah barang dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp11,6 juta.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.54 WIB ketika karyawan tengah bersiap menutup toko. Dalam situasi tersebut, seorang pelaku yang masih dalam penyelidikan tiba-tiba masuk ke dalam toko dan mengancam karyawan menggunakan senjata tajam jenis celurit.
Kepala Unit (Kanit) Jatanras Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palangka Raya Helmi Hamdani mengatakan, pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari lokasi kejadian.
“Kami langsung menindaklanjuti laporan dengan melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti di lokasi kejadian,” kata Helmi, sebagaimana diberitakan Antara, Minggu, (22/03/2026).
Dalam aksinya, pelaku mengambil uang tunai dari laci kasir serta sejumlah barang berupa rokok. Tidak hanya itu, pelaku juga merusak satu unit telepon genggam milik toko sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
“Pelaku mengambil uang tunai dari laci kasir serta sejumlah rokok, dan sempat merusak satu unit handphone milik toko sebelum melarikan diri,” ucapnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan rekaman kamera pengawas (closed circuit television / CCTV), pelaku diduga telah lebih dahulu mengamati situasi sebelum melancarkan aksinya. Pelaku terekam mengenakan jaket merah dengan penutup kepala, masker hitam, celana jeans, serta membawa celurit.
Usai melakukan perampokan, pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor. Hingga saat ini, polisi masih melakukan pengejaran dan pendalaman terhadap identitas pelaku.
Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta mengamankan barang bukti untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.
“Kami terus melakukan penyelidikan dan mengimbau masyarakat yang memiliki informasi agar segera melapor untuk membantu pengungkapan kasus ini,” demikian Helmi.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi pelaku usaha ritel untuk meningkatkan sistem keamanan, khususnya menjelang penutupan toko, guna meminimalkan potensi tindak kriminal serupa. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan