Air Terjun Binusan Diserbu Wisatawan, Ekonomi Warga Ikut Terdongkrak

Lonjakan kunjungan wisata selama libur Lebaran mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat daya tarik destinasi unggulan di Nunukan.

NUNUKAN – Lonjakan kunjungan wisata selama libur Idulfitri 1447 Hijriah/2026 mulai memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi lokal di Kabupaten Nunukan, dengan Air Terjun Binusan menjadi salah satu titik utama yang menyedot ribuan pengunjung dalam tiga bulan terakhir.

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan mencatat jumlah pengunjung Air Terjun Binusan periode Januari hingga Maret 2026 mencapai 1.775 orang, terdiri dari 1.353 orang dewasa dan 422 anak-anak. Angka tersebut setara dengan 61,38 persen dari total kunjungan sepanjang 2025 yang mencapai 2.892 orang.

Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Nunukan, Sura’i, menyebut tren peningkatan ini menunjukkan daya tarik wisata lokal semakin kuat, khususnya pada momentum libur panjang.

“Data ini menunjukkan minat masyarakat terhadap objek wisata lokal terus meningkat, terutama saat libur panjang seperti Lebaran, kami sangat bersyukur karena wisata Nunukan semakin diminati,” ujarnya, sebagaimana dilansir SIMP4TIK, Rabu, (25/03/2026).

Selain Air Terjun Binusan, sejumlah destinasi lain juga turut menjadi magnet wisata, seperti Batu Lamampu di wilayah Sebatik, Pantai Ecing, serta kawasan mangrove. Sebagian besar objek wisata tersebut dikelola oleh desa maupun pihak lain di luar pemerintah daerah.

“Saat ini, dari 76 objek wisata di Kabupaten Nunukan, hanya dua yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, yaitu Air Terjun Binusan dan wisata mangrove di Kelurahan Nunukan Selatan, sisanya dikelola oleh desa atau pihak lain,” jelasnya.

Peningkatan kunjungan wisata ini berdampak langsung terhadap pelaku usaha di sekitar lokasi, terutama sektor kuliner dan penginapan yang mengalami peningkatan aktivitas selama masa liburan.

Namun demikian, Disbudporapar Nunukan tetap menekankan pentingnya aspek keselamatan pengunjung, mengingat sejumlah destinasi memiliki potensi risiko, terutama di kawasan perairan seperti sungai dan pantai.

“Keselamatan pengunjung adalah prioritas kami, untuk beberapa lokasi, seperti Pantai ecing, pengamanan juga bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar semua aktivitas wisata dapat berjalan aman,” tambah Sura’i.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah daerah berharap tren positif ini dapat mendorong perubahan posisi Nunukan dari sekadar daerah lintasan menjadi destinasi tujuan wisata yang diminati, termasuk oleh wisatawan mancanegara.

“Target kami adalah menjadikan Nunukan sebagai destinasi singgah, wisatawan dari Tawau atau daerah lain diharapkan tertarik untuk bermalam, menikmati kuliner lokal, dan merasakan langsung potensi wisata yang ada,” tutupnya.

Dengan penguatan pengelolaan destinasi dan dukungan masyarakat, sektor pariwisata Nunukan diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah secara berkelanjutan. []

Penulis: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com