Gambar Ilustrasi

Hoaks Vaksin Picu Penolakan, Imunisasi Anak di Berau Menurun

Penurunan cakupan imunisasi di Berau dipicu kekhawatiran orangtua akibat informasi keliru, Dinkes gencarkan edukasi dan layanan gratis.

BERAU – Penurunan cakupan imunisasi anak di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, yang kini mengintensifkan edukasi kepada masyarakat guna menekan penolakan vaksin akibat informasi yang keliru.

Dinkes Berau mencatat, capaian imunisasi pada 2025 hanya mencapai sekitar 65 persen, jauh dari target nasional. Bahkan, tidak ada satu pun kabupaten/kota di Kalimantan Timur (Kaltim) yang mampu memenuhi target tersebut.

Petugas Tim Surveilans Imunisasi Dinkes Berau, Adi Haryono, menyebut penurunan ini dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran orangtua terhadap efek samping vaksin.

“Sejauh ini capaian imunisasi terus menurun. Banyak orangtua menolak anaknya divaksin dengan alasan takut demam atau efek samping,” ungkapnya, sebagaimana dilansir Berau Post, Rabu, (25/03/2026).

Menurutnya, salah satu penyebab utama penolakan adalah maraknya informasi yang tidak akurat di media sosial, yang menimbulkan kekhawatiran berlebihan di kalangan orangtua.

“Kadang ada orangtua bilang, anak saya yang divaksin jadi sakit, sementara yang tidak divaksin sehat. Padahal vaksin hanya mencegah penyakit tertentu, bukan semua penyakit,” terangnya.

Padahal, secara medis, vaksin terbukti aman dan efektif dalam mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), seperti tuberkulosis, difteri, tetanus, campak, hingga polio.

Adi menjelaskan, program imunisasi rutin di Berau mencakup 14 jenis vaksin, di antaranya Bacillus Calmette–Guérin (BCG), Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B dan Haemophilus influenzae tipe b (DPT-Hib), Measles, Mumps, Rubella (MMR), Measles Rubella (MR), Oral Polio Vaccine (OPV), Inactivated Polio Vaccine (IPV), serta vaksin Japanese Encephalitis (JE), Human Papillomavirus (HPV), Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), dan rotavirus.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Berau terus menggencarkan promosi kesehatan melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, kolaborasi lintas sektor, hingga pemanfaatan media komunikasi lokal.

“Kuncinya adalah promosi kesehatan. Kami selalu mengedukasi masyarakat mengenai cara mencegah penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin, baik secara langsung maupun melalui koordinasi lintas sektor,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah memastikan seluruh layanan imunisasi dasar dapat diakses secara gratis melalui pos pelayanan terpadu (posyandu) maupun layanan jemput bola ke sekolah.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan imunisasi serta menjamin perlindungan anak dari penyakit serius yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat secara luas.

“Upaya ini penting agar perlindungan terhadap penyakit serius pada anak tetap terjamin, sekaligus mendukung kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” pungkasnya. []

Penulis: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com