Pemkab Malinau menyiapkan jalur distribusi alternatif dan mengimbau warga tidak melakukan panic buying usai jembatan penghubung ambruk.
MALINAU – Ancaman kelangkaan bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) mulai menghantui wilayah Apau Kayan setelah ambruknya jembatan utama di Kecamatan Sungai Boh, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), yang memutus akses distribusi ke empat kecamatan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau pun bergerak cepat menyiapkan jalur distribusi alternatif sekaligus mengimbau warga tidak melakukan panic buying.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Pemkab Malinau Erly Sumiati menyampaikan, pemerintah saat ini tengah mengupayakan distribusi logistik melalui jalur sungai dan udara guna menjaga pasokan kebutuhan masyarakat di Kecamatan Kayan Selatan, Kayan Hulu, Sungai Boh, dan Kayan Hilir.
“Rute pengiriman akan dilakukan dari Tanjung Selor menuju Bahau Hulu, serta dari Tanjung Selor ke Pujungan. Kami sampaikan kepada masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Pemerintah pasti mengupayakan solusi tercepat agar nadi perekonomian di perbatasan kembali normal,” imbau Erly, sebagaimana dilansir Detikkalimantan, Kamis (09/04/2026).
Ia menegaskan, kondisi ini tidak sekadar gangguan infrastruktur, tetapi berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan. Pemkab Malinau menilai distribusi logistik menjadi prioritas utama agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.
“Bagi kami, ini bukan sekadar jalan rusak, tapi akan berpotensi mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat Apau Kayan,” lanjutnya.
Sebagai langkah darurat, Pemkab Malinau bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pertamina, untuk memastikan pasokan BBM tetap tersedia melalui skema distribusi alternatif.
“Tadi malam saya baru telepon rekan di Dinas ESDM Kaltara, mereka sudah koordinasi dengan pihak Pertamina. Saat ini kami masih menunggu informasi, ada beberapa tahapan dan prosesnya. Semoga bisa dilaksanakan dalam waktu cepat,” bebernya.
Sebelumnya, jembatan setinggi 5 hingga 10 meter di Sungai Boh dilaporkan ambruk setelah wilayah tersebut diguyur hujan sejak malam hari. Kerusakan ini menyebabkan terputusnya jalur utama distribusi logistik menuju kawasan Apau Kayan.
Camat Kayan Hulu Setim Ala mengingatkan bahwa kondisi tersebut berpotensi menimbulkan krisis logistik dalam waktu dekat apabila tidak segera ditangani.
“Perkiraan saya, jika tidak ada penanganan, dipastikan dalam 2-3 minggu ke depan akan terjadi kelangkaan sembako dan BBM di 4 Kecamatan, yakni Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Kayan Selatan, Kecamatan Kayan Hilir, dan Kecamatan Sungai Boh,” kata Setim.
Pemkab Malinau berharap langkah distribusi alternatif dapat segera direalisasikan agar pasokan tetap terjaga dan masyarakat tidak melakukan penimbunan barang yang justru berpotensi memperparah situasi. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan