Kecelakaan tunggal bus di Kapuas Hulu terjadi akibat kondisi jalan sempit saat menghindari truk sawit, seluruh penumpang selamat meski sempat panik.
KAPUAS HULU – Kecelakaan tunggal yang melibatkan Bus Rehobot Betania Trans rute Pontianak–Putussibau di kawasan Desa Palakota, Kecamatan Seberuang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (30/04/2026) dini hari, menjadi sorotan terkait kondisi jalan sempit dan minimnya ruang aman di jalur tersebut. Seluruh penumpang dilaporkan selamat meski sempat mengalami kepanikan saat evakuasi darurat.
Insiden terjadi sekitar pukul 01.20 WIB saat bus yang mengangkut 20 penumpang dan dua sopir melintasi jalan menanjak. Dalam kondisi jalan yang sempit dan berisiko, kendaraan dilaporkan tergelincir hingga akhirnya terbalik di badan jalan.
Salah satu penumpang, Gerri, mengungkapkan detik-detik kejadian berlangsung cepat dan mengejutkan. Ia menyebut manuver pengemudi untuk menghindari kendaraan lain menjadi pemicu awal kecelakaan.
“Sopir menghindari truk sawit. Jalan kecil dan kondisi tepi jalan tinggi,” ujarnya sebagaimana diberitakan Insidepontianak, Kamis (30/04/2026).
Akibat posisi bus yang terbalik, proses evakuasi dilakukan secara manual. Para penumpang keluar melalui jendela kendaraan dengan bantuan sesama penumpang dan awak bus. Situasi sempat diwarnai kepanikan, namun seluruh penumpang berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa.
“Kami semua selamat, termasuk sopir,” katanya.
Peristiwa ini kembali menegaskan tantangan keselamatan transportasi darat di jalur pedalaman yang memiliki karakteristik jalan sempit dan kontur ekstrem. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan Bus Rehobot Betania Trans maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti kecelakaan tersebut. Diharapkan, evaluasi terhadap kondisi infrastruktur dan standar keselamatan berkendara di jalur tersebut dapat segera dilakukan untuk mencegah kejadian serupa. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan