Pelantikan BKPAKSI PPU periode 2026–2031 ditegaskan sebagai langkah strategis memperkuat pendidikan Al-Qur’an dan ketahanan keluarga di daerah.
PENAJAM PASER UTARA – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (Wabup PPU) Abdul Waris Muin menegaskan pelantikan Pengurus Daerah Badan Koordinasi Pendidikan Al-Qur’an dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI) PPU bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk memperkuat pembangunan generasi Qur’ani dan keluarga sakinah di daerah tersebut.
Penegasan itu disampaikan Wabup PPU saat menghadiri pelantikan Pengurus Daerah BKPAKSI PPU masa bakti 2026–2031 di Kantor Bupati PPU, Kamis (30/04/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya peran BKPAKSI sebagai mitra pemerintah dalam pembinaan pendidikan Al-Qur’an dan penguatan ketahanan keluarga.
Menurutnya, BKPAKSI memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini sekaligus membangun fondasi keluarga yang kokoh sebagai pilar utama pembangunan bangsa.
“Peran ini harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, integritas, dan semangat kebersamaan, serta bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Wabup PPU juga berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan kualitas pendidikan Al-Qur’an dan pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak mulia.
Sementara itu, Direktur BKPAKSI PPU yang baru dilantik, Rasman, mengakui organisasinya masih tergolong muda, dengan usia sekitar lima hingga enam tahun, sehingga tingkat pengenalannya di masyarakat masih terbatas. Kondisi tersebut menjadi tantangan utama dalam menjalankan program organisasi ke depan.
“Kami masih perlu memperkenalkan BKPAKSI lebih luas. Visi kami membumikan Al-Qur’an, mulai dari pendidikan usia dini hingga pembinaan keluarga sakinah. Tanpa dukungan semua pihak, tentu ini sulit terwujud,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepengurusan saat ini merupakan periode kedua yang diharapkan mampu memperkuat eksistensi organisasi sekaligus memperluas jangkauan program pembinaan di tengah masyarakat.
Di sisi lain, Direktur BKPAKSI Kalimantan Timur (Kaltim) Ajib mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam mengemban amanah organisasi, karena setiap tanggung jawab tidak hanya dipertanggungjawabkan secara kelembagaan, tetapi juga secara spiritual.
Meski demikian, ia menilai masih terdapat pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, terutama terkait minimnya sosialisasi organisasi di tengah masyarakat.
“Tanpa strategi sosialisasi yang kuat dan program terukur, peran strategis yang diharapkan berpotensi belum optimal,” kata dia.
Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi dengan lembaga pendidikan formal dan nonformal serta dukungan pemerintah daerah agar BKPAKSI mampu berkembang dan benar-benar hadir sebagai motor penggerak pembinaan generasi Qur’ani dan keluarga sakinah di PPU. []
Penulis: Subur Priono | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan