Iran menilai rencana blokade laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dapat memperburuk stabilitas Teluk Persia dan melanggar hukum internasional.
JAKARTA – Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa rencana blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dinilai dapat memperburuk stabilitas kawasan Teluk Persia sekaligus memicu ketegangan baru di jalur perdagangan global, di tengah meningkatnya eskalasi politik dan keamanan maritim di kawasan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian di Teheran pada Kamis (30/4/2026) sebagai respons atas dinamika keamanan laut yang melibatkan AS dan Iran, yang belakangan menjadi sorotan akibat potensi gangguan terhadap arus pelayaran internasional dan energi dunia.
“Setiap upaya untuk memberlakukan blokade atau pembatasan maritim bertentangan dengan hukum internasional… dan pasti gagal,” kata Pezeshkian dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita Agence France-Presse (AFP), Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan bahwa kebijakan semacam itu tidak hanya dinilai tidak efektif dari sisi keamanan, tetapi juga berisiko memperluas instabilitas kawasan yang selama ini menjadi salah satu jalur vital distribusi energi dunia. Menurutnya, tekanan melalui jalur maritim justru dapat memperdalam ketegangan dan mengganggu upaya diplomasi yang sedang berlangsung di tingkat regional maupun internasional.
Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan Selat Hormuz dan kawasan Teluk Persia, yang menjadi jalur penting bagi ekspor minyak global. Sejumlah pengamat menilai, setiap bentuk eskalasi di wilayah tersebut berpotensi berdampak langsung pada harga energi dan rantai pasok internasional.
Meski demikian, Iran menegaskan tetap membuka ruang diplomasi sebagai cara utama meredakan ketegangan, sembari menolak segala bentuk tekanan yang dianggap melanggar prinsip hukum internasional di laut lepas. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan