Sebanyak 19 warga Balangan mengalami gejala nyeri perut, mual, muntah, BAB cair, hingga pusing setelah diduga menyantap nasi uduk dalam acara arisan yasinan.
BALANGAN – Jumlah korban dugaan keracunan makanan seusai acara arisan yasinan di salah satu perumahan di Kabupaten Balangan (Balangan), Kalimantan Selatan (Kalsel), bertambah menjadi 19 orang. Para korban mengalami keluhan nyeri perut, mual, muntah, buang air besar (BAB) cair, hingga pusing setelah diduga mengonsumsi nasi uduk yang disediakan dalam kegiatan tersebut.
Perwakilan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Kandang Haji Balangan Erma Emilda mengatakan, para korban datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan yang relatif sama. Informasi dugaan keracunan massal itu mencuat setelah sejumlah warga menjalani penanganan medis sejak 7 hingga 8 Mei, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Minggu (10/05/2026).
“Saat ini sudah terdata 19 korban yang datang dengan keluhan nyeri perut, mual muntah, BAB cair hingga gejala pusing,” kata Perwakilan RSUD Datu Kandang Haji Balangan Erma Emilda di Paringin, Minggu.
Emilda menuturkan, pasien yang masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit setempat pada 7 hingga 8 Mei berjumlah 10 orang. Mereka terdiri atas sembilan orang dewasa dan satu anak berusia 16 tahun.
Dari jumlah tersebut, lima orang menjalani rawat inap, empat orang dipulangkan, dan satu orang dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Barabai karena keterbatasan tempat tidur pasien.
Emilda menyebutkan, berdasarkan informasi di lapangan dan pengakuan pasien, gejala keracunan muncul setelah mereka menyantap nasi uduk yang disediakan dalam kegiatan arisan yasinan tersebut.
“Hingga sampai ini total pasien diduga keracunan akibat makanan telah mencapai 19 orang,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Paringin Faizal R Umasugi membenarkan adanya informasi mengenai dugaan keracunan massal di wilayah hukum Polsek Paringin. Peristiwa itu terjadi setelah warga mengikuti arisan yasinan di salah satu perumahan di Balangan.
“Jadi memang benar kami menerima ada informasi terkait dugaan keracunan massal yang terjadi di wilayah hukum kami,” ujar Faizal.
Faizal mengatakan, Polsek Paringin bersama unsur terkait telah mengambil langkah cepat untuk menangani kejadian tersebut. Prioritas utama penanganan diarahkan pada keselamatan korban, pelayanan medis, serta penelusuran penyebab dugaan keracunan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan