Arab Saudi menerapkan larangan atribut dan slogan politik selama Haji 2026 demi menjaga kekhusyukan ibadah dan stabilitas keamanan jemaah internasional.
MEKKAH – Pemerintah Arab Saudi memperketat aturan pelaksanaan ibadah haji 2026 dengan melarang segala bentuk atribut dan aktivitas bernuansa politik maupun sektarian di kawasan suci. Larangan itu mencakup penggunaan bendera, slogan, hingga nyanyian yang dinilai dapat mengganggu kekhusyukan dan ketertiban selama musim haji berlangsung.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Arab Saudi menyatakan aturan tersebut diberlakukan di sejumlah lokasi utama pelaksanaan ibadah, termasuk Kota Mekkah, Madinah, Masjidil Haram, Masjid Nabawi, area sekitar tempat suci, hingga jalur menuju lokasi ibadah haji.
Kebijakan itu diterapkan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban jutaan jemaah dari berbagai negara yang akan menjalankan ibadah haji pada 2026. Pemerintah Saudi juga menegaskan seluruh aktivitas yang berpotensi memicu perpecahan atau membawa pesan politik tidak akan ditoleransi selama musim haji berlangsung.
Larangan tersebut mencakup pemasangan simbol, penyampaian seruan politik, hingga kegiatan yang mengandung unsur sektarian di ruang publik kawasan haji. Otoritas Saudi meminta seluruh jemaah mematuhi aturan demi menjaga suasana ibadah tetap kondusif.
Informasi mengenai kebijakan larangan slogan politik dan sektarian selama musim haji 2026 sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Selasa (19/5/2026), yang mengutip laporan Gulf News. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan