PBB meminta keselamatan relawan dan jurnalis GSF menjadi prioritas setelah kapal menuju Jalur Gaza dilaporkan dicegat Israel.
JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak keselamatan relawan dan jurnalis yang tergabung dalam Global Somad Flotilla (GSF) setelah kapal mereka dilaporkan dicegat Israel saat menuju Jalur Gaza. PBB menekankan agar tidak ada pihak yang mengalami cedera dalam insiden tersebut.
Wakil juru bicara PBB Farhan Haq menyatakan perhatian organisasi internasional itu kini tertuju pada kondisi para relawan dan awak kapal yang tengah menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.
Menurut Haq, keselamatan seluruh pihak harus menjadi prioritas di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Ia juga meminta agar penanganan terhadap para relawan dilakukan sesuai prinsip kemanusiaan internasional.
“Jangan ada yang terluka,” ujar Farhan Haq.
Pernyataan itu sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Senin (19/05/2026), setelah muncul laporan mengenai pencegatan kapal relawan dan jurnalis GSF oleh Israel di perairan menuju Jalur Gaza.
Insiden tersebut kembali memicu perhatian dunia internasional terhadap situasi kemanusiaan di Gaza yang hingga kini masih menjadi sorotan berbagai organisasi global. Kehadiran kapal bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut kerap diwarnai ketegangan akibat pengawasan ketat otoritas Israel.
GSF diketahui membawa relawan dan jurnalis yang bertujuan menyalurkan bantuan sekaligus menyuarakan kondisi kemanusiaan di Gaza. Hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai kondisi seluruh awak kapal pascainsiden pencegatan tersebut.
PBB berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengutamakan keselamatan sipil dalam setiap tindakan yang berkaitan dengan konflik di kawasan tersebut. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan