Iran memperingatkan Presiden AS Donald Trump agar tidak memicu perang baru karena Teheran mengklaim siap memberikan respons besar jika konflik kembali terjadi.
JAKARTA – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Presiden AS Donald Trump agar tidak memicu perang baru. Iran menegaskan siap memberikan respons yang tidak terduga apabila konflik kembali pecah.
Peringatan tersebut disampaikan Araghchi di tengah meningkatnya dinamika politik dan keamanan kawasan Timur Tengah. Menurutnya, langkah agresif yang berpotensi memicu peperangan hanya akan memperburuk situasi dan membawa konsekuensi besar bagi semua pihak.
Araghchi menyatakan Iran telah menyiapkan berbagai langkah menghadapi kemungkinan eskalasi konflik. Ia menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam jika mendapat ancaman militer dari pihak luar.
“Trump mesti siap menerima ‘banyak kejutan’ dari Iran,” ujar Araghchi.
Pernyataan itu sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Rabu (20/05/2026), yang mengutip meningkatnya peringatan dari Iran terhadap kemungkinan konflik baru dengan AS.
Hubungan Iran dan AS dalam beberapa tahun terakhir kerap diwarnai ketegangan, terutama terkait isu keamanan kawasan, program nuklir Iran, hingga kepentingan geopolitik di Timur Tengah. Pernyataan terbaru dari Teheran dinilai menjadi sinyal bahwa Iran ingin menunjukkan kesiapan menghadapi segala kemungkinan apabila situasi kembali memanas.
Sejumlah pengamat internasional menilai pernyataan tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Konflik terbuka antara kedua negara dikhawatirkan dapat berdampak luas terhadap keamanan regional maupun ekonomi dunia. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan