Markaca memastikan sejumlah proyek jalan, drainase, dan jembatan di Sungai Kapih tetap diprioritaskan meski APBD Samarinda 2026 mengalami penyesuaian.
SAMARINDA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Markaca, memastikan sejumlah proyek infrastruktur lingkungan di Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, tetap masuk prioritas pengerjaan pada 2026 meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda mengalami penyesuaian.
Kepastian itu disampaikan Markaca saat menggelar reses Masa Sidang II Tahun 2026 di Jalan Kehewanan II, Rukun Tetangga (RT) 08, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Minggu (24/05/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi terkait pembangunan lingkungan dan pelayanan dasar.
Dalam sambutannya, Markaca menegaskan, reses merupakan kewajiban konstitusional anggota legislatif untuk turun langsung menemui masyarakat. Menurut dia, aspirasi warga perlu didengar secara langsung agar program pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Reses adalah amanat undang-undang. Kami turun langsung ke masyarakat untuk mendengar aspirasi warga, terutama terkait kebutuhan lingkungan seperti drainase, jalan, dan fasilitas umum lainnya,” ujar Markaca di hadapan warga.
Anggota Komisi I DPRD Samarinda itu menjelaskan, anggaran pembangunan daerah pada 2026 mengalami penyesuaian akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya kapasitas belanja pembangunan dibanding tahun sebelumnya.
Ia menyebutkan, APBD Samarinda yang sebelumnya berada di atas Rp5 triliun kini turun menjadi sekitar Rp3,7 triliun. Karena itu, Pemkot Samarinda harus memprioritaskan program yang paling mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Meski terjadi pengurangan anggaran, Markaca memastikan sejumlah proyek infrastruktur di Sungai Kapih tetap akan direalisasikan tahun ini. Beberapa di antaranya ialah perbaikan drainase atau parit di Gang Alim serta pembangunan jalan di Gang Jarni yang direncanakan mulai dikerjakan pada pertengahan Juni 2026.
Selain itu, ia menyampaikan rencana penyambungan jembatan di Gang Masjid RT 07 dengan alokasi anggaran sekitar Rp600 juta. Program lain yang masuk prioritas ialah perbaikan drainase di Gang Mandiri RT 18.
Markaca menegaskan tidak ingin menyampaikan janji pembangunan yang belum memiliki kepastian. Ia memastikan seluruh program yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui proses pengusulan dan dinyatakan valid untuk dikerjakan.
“Saya tidak ingin menyampaikan sesuatu yang belum jelas. Kalau sudah saya sampaikan kepada masyarakat, berarti memang sudah ada proses dan tindak lanjut pengerjaannya,” kata politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.
Dalam dialog bersama warga, Markaca juga menyoroti pentingnya akses jalan lingkungan sebagai salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi kawasan permukiman. Menurutnya, peningkatan kualitas infrastruktur jalan dapat berdampak pada kenaikan nilai jual tanah dan perkembangan wilayah.
Ia mencontohkan sejumlah kawasan yang sebelumnya memiliki harga tanah relatif rendah, tetapi mengalami kenaikan nilai ekonomi setelah dilakukan semenisasi jalan lingkungan. Infrastruktur yang memadai dinilai mampu membuka akses dan meningkatkan aktivitas masyarakat.
“Dulu sebelum jalan disemenisasi harga tanah masih rendah, tetapi setelah akses jalannya bagus nilainya ikut meningkat. Infrastruktur memang sangat memengaruhi perkembangan lingkungan,” mengakhiri sambutannya.
Sementara itu, warga yang hadir turut menyampaikan sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian utama masyarakat Sungai Kapih. Keluhan tersebut meliputi distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang belum maksimal, minimnya penerangan jalan umum (PJU), serta tegangan listrik yang dinilai tidak stabil, khususnya pada malam hari sekitar pukul 18.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA).
Warga berharap berbagai persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi DPRD Samarinda, Pemkot Samarinda, dan instansi terkait agar pelayanan dasar masyarakat di Sungai Kapih semakin baik. []
Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan