ilustrasi

Sabu 9,5 Kilogram Gagal Beredar di Banjarmasin

Polda Kalsel menangkap dua kurir asal Sidoarjo dan menyita sabu 9,5 kilogram yang diduga terkait jaringan Fredy Pratama.

BANJARMASIN – Dugaan jalur peredaran sabu lintas provinsi menuju Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali terbongkar setelah Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel menangkap dua kurir asal Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), berinisial DD dan HY di kawasan Pelabuhan Trisakti, Kecamatan Banjarmasin Barat.

Dari penangkapan dalam Operasi Antik Intan 2026 itu, polisi menyita sabu seberat 9.548,55 gram atau sekitar 9,5 kilogram. Barang haram tersebut diduga berkaitan dengan jaringan internasional Fredy Pratama alias Miming dan rencananya diedarkan di Banjarmasin serta sejumlah kabupaten/kota di Kalsel.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Kalsel, Baktiar, mengatakan pengungkapan itu merupakan bagian dari jaringan lintas provinsi yang mencakup Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Banjarmasin. Jaringan tersebut diduga masih terhubung dengan sindikat narkotika internasional Fredy Pratama.

“Dua tersangka ini berperan sebagai kurir yang membawa sabu untuk diedarkan di Banjarmasin dan beberapa daerah lainnya di Kalimantan Selatan,” ujarnya saat konferensi pers hasil Operasi Antik Intan di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Kalsel, sebagaimana diberitakan Kbk News, Kamis, (04/06/2026).

Selain menggagalkan pengiriman sabu 9,5 kilogram tersebut, Ditresnarkoba Polda Kalsel bersama Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor (Polres) dan Kepolisian Resor Kota (Polresta) jajaran juga mengungkap ratusan kasus selama Operasi Antik Intan 2026.

Dalam operasi itu, polisi mencatat 284 kasus narkotika berhasil diungkap. Sebanyak 362 tersangka diamankan, terdiri atas 340 laki-laki dan 22 perempuan.

Dari seluruh pengungkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain sabu sekitar 12,5 kilogram, 183 butir ekstasi, 133 butir carnophen, 368 butir psikotropika, serta 6.344 butir obat daftar G.

Baktiar menyebut barang bukti yang diamankan selama operasi diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 64.521 orang dari potensi penyalahgunaan narkotika.

“Perang terhadap narkoba akan terus kami lakukan tanpa pandang bulu. Kami juga mengajak masyarakat untuk aktif memberikan informasi guna memutus mata rantai peredaran narkotika di daerah,” tegasnya.

Polda Kalsel memastikan pemberantasan narkotika akan terus digencarkan, terutama terhadap jaringan besar yang diduga masih beroperasi dan menyuplai barang haram ke berbagai wilayah di Kalsel. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com