Otorita IKN dan Pemerintah Korea Selatan membangun SCCC senilai Rp115,94 miliar sebagai pusat transfer teknologi, pendidikan, dan pengembangan ekosistem kota cerdas di Nusantara.
NUSANTARA – Pembangunan Smart City Cooperation Center (SCCC) di Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi langkah strategis penguatan transfer teknologi kota cerdas antara Indonesia dan Korea Selatan, dengan nilai hibah kerja sama mencapai 9,9 miliar won Korea Selatan (KRW) atau sekitar Rp115,94 miliar.
Otorita IKN bersama Pemerintah Korea Selatan melaksanakan groundbreaking SCCC di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kamis (18/06/2026). Pusat kerja sama itu dirancang sebagai ruang kolaborasi teknologi, laboratorium digital, pusat edukasi, serta demonstrasi solusi kota cerdas di Nusantara.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan, lokasi pembangunan SCCC dinilai strategis untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan kota cerdas. Ia berharap fasilitas tersebut dapat menjadi pusat pembelajaran dan pengenalan teknologi bagi ekosistem pendidikan di IKN.
“Selamat datang delegasi dari Korea Selatan, Di lokasi ini (pembangunan SCCC) nantinya sangat strategis dan semoga dengan ini, kita akan terus melanjutkan kerja sama ke depan. Untuk semua perizinan, jangan khawatir semuanya ada di kami (Otorita IKN). Pemanfaatan bangunan ini sangat bagus idenya dan saya berharap dari Bapak/Ibu bisa membantu kami, membangun smart city laboratorium dan bisa digunakan untuk pendidikan, serta memperkenalkan teknologi dari Korea Selatan.” ujarnya, sebagaimana dilansir Otorita IKN, Kamis, (18/06/2026).
Dari total nilai hibah tersebut, pembangunan gedung SCCC mendapat alokasi 5,5 miliar KRW atau sekitar Rp64,41 miliar. Bangunan seluas sekitar 1.098 meter persegi itu direncanakan terdiri atas dua lantai.
Lantai pertama akan difungsikan sebagai control room dan ruang pertemuan. Sementara lantai kedua disiapkan untuk area pameran serta laboratorium kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan robotika. Area luar bangunan akan dimanfaatkan untuk urban farming sebagai bagian dari demonstrasi teknologi kota cerdas.
Selain pembangunan fisik, hibah SCCC juga mencakup penyusunan Smart City Masterplan dan Smart Building Protocol oleh Korea Institute of Civil Engineering and Building Technology (KICT). Program lainnya meliputi Nusantara Smart City Forum serta Capacity Building Program oleh University of Seoul.
Rangkaian program tersebut diarahkan untuk mendukung transfer pengetahuan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, jejaring akademik, serta kerja sama Indonesia-Korea Selatan di bidang smart city.
Delegasi Korea Selatan yang hadir terdiri atas unsur Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MoLIT), International Contractors Association of Korea (ICAK), CJ OliveNetworks/CJ Consortium, KICT, serta Site Planning.
Director MoLIT Choi Jung-won mengatakan, SCCC diharapkan menjadi awal kerja sama jangka panjang antara Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan kota cerdas. Ia menilai IKN memiliki peluang untuk mengadopsi pengalaman Korea Selatan dalam membangun kota pintar seperti Sejong.
“NCCC ini adalah awal mula dari perwujudan perusahaan untuk mewujudkan smart city dari hasil kolaborasi antara Indonesia dan Korea. Seperti halnya di Korea, Korea juga membangun sebuah kota baru yang menjadikannya sebagai sebuah kota pintar, yaitu Sejong. Maka dari itu, Nusantara dapat memiliki kesempatan tersebut juga, melalui kolaborasi teknologi smart city yang kita miliki. Saya berharap NCCC ini dapat berjalan serta menjadi momentum perkembangan kerja sama ke depan antara Korea dan Indonesia,” ujar Choi Jung-won.
Otorita IKN berharap SCCC dapat menjadi pusat kolaborasi kota cerdas Indonesia-Korea Selatan, laboratorium digital dan lingkungan, ruang demonstrasi solusi teknologi, serta wadah pengembangan ekosistem inovasi di Nusantara. Pembangunan gedung tersebut direncanakan berlangsung selama sepuluh bulan dan ditargetkan selesai pada akhir 2027. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan