Petugas kesehatan hewan merawat domba yang terluka dan menyisir kawasan Desa Batang Bahalang setelah dugaan serangan anjing liar menewaskan dua ternak.
HULU SUNGAI TENGAH – Dugaan serangan anjing liar terhadap empat domba di Desa Batang Bahalang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), mendorong petugas meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit rabies sekaligus mengingatkan peternak memperkuat keamanan kandang.
Serangan yang terjadi pada Selasa (23/06/2026) itu menyebabkan dua domba mati, satu ekor sekarat, dan satu ekor lainnya tidak mampu berdiri. Seluruh ternak tersebut merupakan milik Asmuni (48), warga Rukun Tetangga (RT) 003, Rukun Warga (RW) 001 Desa Batang Bahalang.
Pemilik ternak menduga domba-dombanya diserang anjing liar yang masuk ke area kandang. Dugaan tersebut juga disampaikan melalui rekaman video yang beredar setelah ternak ditemukan dalam kondisi terluka parah.
Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian HST kemudian mengirimkan tim ke lokasi untuk merawat ternak yang masih dapat diselamatkan. Petugas juga memeriksa kondisi di sekitar kandang guna menelusuri keberadaan anjing yang diduga menyerang.
Dokter hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian HST Bayu Rakhmat M, sebagaimana diberitakan Wartabanjar, Rabu, (24/06/2026), mengatakan tim memberikan perawatan terhadap dua domba yang masih hidup.
“Tim kesehatan hewan langsung melakukan penanganan terhadap ternak yang terdampak. Kami memberikan perawatan luka, antiseptik, serta suntikan vitamin dan antibiotik pada domba yang masih dapat diselamatkan,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Selain menangani ternak yang terluka, petugas bersama perangkat desa menyisir kawasan sekitar lokasi kejadian. Penyisiran dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan anjing liar yang diduga masih berkeliaran di sekitar permukiman dan kandang warga.
Tim kesehatan hewan juga mengedukasi masyarakat mengenai risiko penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia. Salah satu penyakit yang menjadi perhatian ialah rabies, terutama apabila ditemukan anjing dengan perilaku agresif atau mencurigakan.
Bayu meminta peternak memperkuat pintu dan pagar kandang agar hewan liar tidak mudah masuk, terutama ketika ternak ditinggalkan pada malam hari.
“Kami mengimbau peternak untuk meningkatkan keamanan kandang, terutama pada malam hari. Jangan ragu melaporkan setiap kejadian darurat terkait kesehatan hewan kepada petugas kami di lapangan agar dapat segera ditangani,” katanya.
Dinas Pertanian HST berharap pengamanan kandang, pengawasan terhadap anjing liar, dan pelaporan cepat dapat mencegah serangan serupa sekaligus menekan risiko penularan penyakit hewan serta kerugian peternak. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan