Presiden AS Donald Trump menyatakan setiap serangan Iran terhadap AS atau sekutunya akan dibalas dengan kekuatan hingga 20 kali lipat di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
WASHINGTON D.C – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menegaskan negaranya akan memberikan respons militer yang jauh lebih besar apabila Iran kembali melancarkan serangan terhadap AS maupun negara-negara sekutunya di kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan setelah aksi militer terbaru Washington terhadap Teheran.
Trump mengatakan setiap serangan yang dilakukan Iran akan dibalas dengan kekuatan berlipat. Pernyataan tersebut disampaikan saat berada di dalam pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan dari Ankara menuju Washington DC.
“Kami menyerang mereka (Iran) sangat keras. Setiap kali mereka menyerang kami, kami akan balas 20 kali,” tutur Trump, sebagaimana dikutip CNN Indonesia dari Al Jazeera, Kamis (09/07/2026).
Trump kembali mengeklaim bahwa AS telah memenangkan perang melawan Iran. Menurutnya, kondisi Iran saat ini telah jauh melemah dan berada dalam posisi ingin mencapai kesepakatan dengan Washington.
“Saya tidak tahu apakah mereka layak untuk membuat kesepakatan. Saya tidak tahu apakah mereka akan menghormati kesepakatan itu,” ucap Trump.
Saat ditanya mengenai dugaan serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di tengah upaya membuka peluang kesepakatan, Trump memberikan penilaian bahwa tindakan tersebut tidak rasional.
“Karena mereka agak gila, jujur saja. Kedengarannya gila; mereka sedikit di luar kendali, tetapi mereka sangat ingin membuat kesepakatan,” tutur Trump.
Meski menyampaikan ancaman balasan yang lebih keras, Trump belum memastikan apakah Washington akan kembali melancarkan operasi militer berskala penuh terhadap Iran.
“Saya tidak tahu. Kita memiliki banyak cara untuk menang, tetapi kita sudah menang secara militer,” katanya.
Sebelumnya, AS kembali melancarkan serangan ke wilayah Iran sehari setelah insiden terhadap kapal-kapal dagang di sekitar Selat Hormuz. Pemerintah Iran berulang kali mengeklaim Washington melanggar poin nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai pengendalian Selat Hormuz yang menurut Teheran menjadi bagian dari kesepakatan kedua negara. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan