Deklarasi Kawasan Bebas Narkoba di Tanjung Aru diperkuat dengan edukasi, keterlibatan pemuda, serta bantuan 200 buku bacaan dan 101 butir telur.
NUNUKAN – Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan (Nunukan), membangun gerakan pencegahan narkoba berbasis masyarakat melalui deklarasi Kawasan Bebas Narkoba yang disertai pembagian 200 buku bacaan dan 101 butir telur, Sabtu (11/07/2026).
Deklarasi tersebut diarahkan untuk mempersempit ruang peredaran narkoba sekaligus meningkatkan ketahanan generasi muda melalui edukasi, kegiatan literasi, pemenuhan gizi, dan penguatan kepedulian antarwarga.
Kegiatan itu melibatkan Pemerintah Kecamatan Sebatik Timur, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan, Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Aru, tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, Karang Taruna, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Subbagian (Kasubbag) Penyusunan Program dan Keuangan Kecamatan Sebatik Timur Amad Soderi, yang mewakili Camat Sebatik Timur, menegaskan bahwa deklarasi tersebut harus dilanjutkan dengan program pencegahan dan pendidikan kepada masyarakat.
“Kami mengharapkan kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial, namun menjadi langkah awal tindakan preventif dan edukasi berkelanjutan di Wilayah Kecamatan Sebatik Timur, dan Desa Tanjung Aru pada khususnya,” ujarnya, sebagaimana dilansir Simp4tik, Sabtu, (11/07/2026).
Kepala BNNK Nunukan Anton Suriyadi Siagian turut menghadiri kegiatan tersebut. Kehadiran BNNK diharapkan memperkuat sinergi antara pencegahan, edukasi, pendampingan kesehatan, dan penanganan penyalahgunaan narkoba di tingkat desa.
Keterlibatan Karang Taruna dan mahasiswa KKN juga menjadi bagian penting dalam membangun perlindungan bagi remaja dan pemuda. Kelompok tersebut diharapkan menjadi penggerak kampanye antinarkoba sekaligus menciptakan kegiatan produktif yang dapat menjauhkan generasi muda dari penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Association of Youth for Sustainability (AYS) Indonesia, organisasi kepemudaan yang didirikan Muhammad Abrar Putra Siregar. Selain membawa pesan antinarkoba, AYS Indonesia menyerahkan 200 buku bacaan untuk mendukung peningkatan literasi masyarakat.
Bantuan buku diharapkan dapat meningkatkan minat baca sekaligus menyediakan pilihan kegiatan positif bagi anak-anak dan pemuda di Tanjung Aru. AYS Indonesia juga menyalurkan 101 butir telur sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi generasi muda.
Gerakan tersebut menempatkan desa sebagai garda terdepan dalam pencegahan narkoba. Pengawasan lingkungan, edukasi berkelanjutan, kegiatan kepemudaan, serta koordinasi antara pemerintah, BNNK, tenaga kesehatan, dan masyarakat dinilai dapat mempersempit ruang peredaran narkoba.
Melalui deklarasi dan program pendukung tersebut, Tanjung Aru diharapkan tidak hanya menyandang status Kawasan Bebas Narkoba, tetapi juga mampu membangun lingkungan yang aman, sehat, produktif, dan berkelanjutan menuju Desa Bersih Narkoba (Bersinar). []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan