Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa pada akhir Juni 2026 memicu sedikitnya 10.650 kematian berlebih, dengan kelompok lanjut usia menjadi korban paling rentan dan Inggris termasuk wilayah terdampak paling parah.
LONDON – Sedikitnya 10.650 kematian berlebih tercatat di 27 negara Eropa saat gelombang panas ekstrem mencapai puncaknya pada 22-28 Juni 2026. Inggris dan Wales menjadi wilayah dengan dampak paling besar, sementara mayoritas korban merupakan kelompok lanjut usia berusia 65 tahun ke atas.
Data tersebut dipublikasikan oleh jaringan pemantauan kematian Eropa, European Mortality Monitoring (EuroMOMO), yang didukung oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa serta Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization / WHO). Dari total kematian berlebih yang tercatat, lebih dari 9.000 di antaranya terjadi pada kelompok usia lanjut, jauh melampaui angka yang diproyeksikan.
Kepala Dokter Statens Serum Institut Denmark, Lasse Vestergaard, mengatakan, “Terjadinya kelebihan seperti ini pada waktu seperti ini di tahun ini sungguh tidak biasa. Angkatannya sangat tinggi.”
Ia menambahkan, “Sulit untuk menjelaskan angka kematian berlebih (excess) yang tinggi ini selain karena cuaca panas ekstrem,” sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Senin (13/07/2026).
Para ilmuwan menilai gelombang panas yang melanda Eropa pada akhir Juni hampir mustahil terjadi tanpa adanya perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia. Suhu ekstrem diketahui dapat menyebabkan serangan panas (heat stroke) maupun memperburuk penyakit kardiovaskular dan gangguan pernapasan, terutama pada kelompok lanjut usia.
EuroMOMO menjelaskan bahwa data tersebut mencakup seluruh penyebab kematian, bukan hanya kematian akibat panas. Pengumpulan data dilakukan ketika gelombang panas mencapai puncaknya di Prancis, Spanyol, Inggris, serta sejumlah negara Eropa lainnya. Para peneliti juga menyatakan tidak ditemukan faktor besar lain, seperti wabah penyakit, yang dapat menjelaskan lonjakan angka kematian tersebut.
Meski tidak merinci jumlah korban di setiap negara, EuroMOMO mencatat Prancis dan Belgia mengalami tingkat kematian berlebih yang tergolong sangat tinggi pada pekan terakhir Juni. Sementara itu, lembaga kesehatan masyarakat Belgia menyebut lonjakan kematian selama periode tersebut menjadi yang tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2000.
Sebuah penelitian ilmiah yang diterbitkan pada Senin (13/07) juga memperkirakan sekitar 2.700 orang meninggal akibat penyebab yang berkaitan dengan panas di Inggris dan Wales selama gelombang panas pada Mei hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 42 persen diperkirakan dipicu oleh panas berlebih yang berkaitan dengan pemanasan global. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan