Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merombak kabinet sebagai bagian dari strategi politik baru yang menitikberatkan pada penguatan diplomasi, pertahanan, dan hubungan internasional.
KYIV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memulai perombakan besar kabinet dengan menyiapkan pergantian Perdana Menteri (PM) Ukraina Yulia Svyrydenko yang baru sekitar satu tahun menjabat. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi politik baru pemerintah untuk memperkuat diplomasi dan hubungan internasional di tengah berlangsungnya perang dengan Rusia.
Dalam pernyataannya melalui media sosial X pada Minggu (12/7), Zelensky menyebut pemerintah akan membagi setiap prioritas kebijakan luar negeri kepada pejabat yang memiliki pengalaman sesuai bidangnya agar implementasi strategi baru dapat berjalan lebih efektif.
Fokus kebijakan tersebut mencakup hubungan dengan Amerika Serikat (AS), termasuk kerja sama lisensi produksi sistem pertahanan Patriot, proyek pertahanan anti-balistik Eropa, proses keanggotaan Ukraina di Uni Eropa (UE), hingga hubungan bilateral dengan negara tetangga seperti Polandia dan Hongaria.
Selain itu, kawasan Timur Tengah dan Teluk juga menjadi perhatian karena dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat kerja sama di bidang keamanan dan ekonomi. Sementara itu, hubungan dengan China serta berbagai organisasi internasional akan terus ditingkatkan guna mendukung upaya penyelesaian perang Rusia-Ukraina.
“Oleh karena itu, perubahan personel akan dimulai di Ukraina untuk memastikan implementasi strategi politik yang diperbarui,” tulis Zelensky.
“Kami membahas detailnya dengan Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko. Kami menetapkan bahwa perubahan ini membutuhkan pembaruan Kabinet Menteri,” lanjutnya, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Senin (13/07/2026).
Meski memastikan akan terjadi perubahan kabinet, Zelensky belum mengumumkan sosok yang akan menggantikan Svyrydenko. Ia menyampaikan apresiasi atas kinerja dan pengabdian Svyrydenko serta menawarkan posisi baru yang berfokus pada hubungan strategis dengan mitra utama Ukraina.
Svyrydenko sebelumnya berperan mewakili Ukraina dalam perundingan dengan AS terkait kesepakatan mineral dan investasi. Hingga kini belum dipastikan apakah tugas barunya tetap berkaitan dengan hubungan bilateral kedua negara.
Melalui unggahan di X, Svyrydenko menyampaikan terima kasih kepada Zelensky atas kepercayaan yang diberikan dan menegaskan kesiapannya untuk tetap mengabdi kepada Ukraina.
Sejumlah nama mulai disebut sebagai kandidat pengganti PM, di antaranya Chief Executive Officer (CEO) perusahaan energi milik negara Naftogaz, Sergiy Koretsky, serta mantan PM Denys Shmygal. Selain perombakan kabinet, Zelensky juga mengisyaratkan akan melakukan perubahan pada jajaran pimpinan lembaga penegak hukum, meski belum merinci posisi yang akan terdampak. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan