Anggota Komisi II DPRD Kukar Hendra mendorong pembangunan pendidikan dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan fasilitas sekolah, teknologi pembelajaran, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
KUTAI KARTANEGARA – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) Hendra mendorong penguatan sektor pendidikan melalui pembangunan infrastruktur sekolah, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta peningkatan kapasitas guru. Ketiga aspek tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas akses pembelajaran bagi siswa, termasuk di wilayah pelosok.
Hendra mengatakan pembangunan dan peningkatan infrastruktur pendidikan perlu mendapat perhatian mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), baik sekolah negeri maupun swasta.
“Kalau kita dengar dari pidato Presiden, Presiden mengambil langkah mulai dari infrastruktur dulu. Beliau bisa melakukan pembangunan mulai dari SD sampai SMA, baik swasta maupun negeri. Itu ada bantuan dari pemerintah pusat,” kata Hendra saat ditemui di Kantor DPRD Kukar, Tenggarong, Rabu (30/09/2026).
Menurut Hendra, pembangunan fasilitas fisik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu instrumen yang dinilai dapat mendukung proses pembelajaran, terutama bagi sekolah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap sumber belajar.
Ia menyinggung pemanfaatan perangkat liquid crystal display (LCD) atau layar sebagai media pendukung pembelajaran. Teknologi tersebut dinilai dapat membantu siswa memperoleh tambahan materi dan memperluas akses literasi berbasis digital.
“LCD itu sebagai bahan untuk pembelajaran. Kita tahu ada daerah-daerah mungkin di pelosok yang membutuhkan tambahan literasi dan pembelajaran dari teknologi itu,” ujarnya.
Selain fasilitas dan teknologi, Hendra menilai keberadaan serta kompetensi tenaga pendidik menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Karena itu, ia berharap kebutuhan guru juga mendapat perhatian melalui perekrutan maupun peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
“Nanti kemungkinan guru, kita berharap ada perekrutan guru. Mudah-mudahan pemerintah pusat juga memberikan bantuan dan arahan untuk memberikan upgrading kepada guru, untuk meningkatkan sumber daya manusia guru kita,” katanya.
Menurut Hendra, pembangunan pendidikan tidak dapat hanya bertumpu pada penyediaan gedung dan fasilitas fisik. Ketersediaan guru yang memadai, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran perlu berjalan secara beriringan.
Penguatan berbagai aspek tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mengurangi kesenjangan akses pendidikan, khususnya bagi siswa yang berada di wilayah dengan keterbatasan fasilitas dan sumber belajar. [] (ADV)
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan