Anggota Komisi II DPRD Kukar Hendra menilai Erau 2026 mampu menggerakkan UMKM, pariwisata, dan kebudayaan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
KUTAI KARTANEGARA – Pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026 dinilai memberi dampak positif terhadap pergerakan ekonomi kreatif, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), seiring meningkatnya kunjungan masyarakat selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar Hendra mengatakan, tingginya jumlah pengunjung yang datang menyaksikan Erau turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM.
“Dari segi ekonomi kreatif itu sangat berdampak. Teman-teman UMKM pasti terbantu mulai hidup karena banyak pengunjung yang datang untuk melihat suasana Erau kita,” kata Hendra saat ditemui di Kantor DPRD Kukar, Tenggarong, Rabu (30/09/2026).
Menurut Hendra, pelaksanaan Erau juga menjadi stimulus bagi pelaku UMKM untuk kembali menggeliat. Kondisi tersebut dinilai penting di tengah perekonomian Kukar yang selama ini turut dipengaruhi oleh aktivitas sektor pertambangan.
Ia mengatakan, sebagian masyarakat yang sebelumnya menggantungkan aktivitas ekonomi pada sektor pertambangan mulai beralih mengembangkan usaha melalui sektor UMKM.
“Ini sebagai stimulus untuk teman-teman UMKM untuk bisa kembali bergeliat. Kita tahu di Kutai ini dampaknya juga banyak hal, salah satunya sektor ekonomi yang dipengaruhi oleh pertambangan, di mana teman-teman banyak beralih ke UMKM,” ujarnya.
Hendra menilai sektor UMKM, pariwisata, dan kebudayaan memiliki keterkaitan erat dalam penyelenggaraan Erau. Ketiga sektor tersebut dinilai dapat membentuk mata rantai ekonomi yang saling mendukung dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Pariwisata kita, khususnya di sini, selain pariwisata juga budaya. Ini sangat berkolaborasi. Ada kebudayaan, ada pariwisata, ada ruang lingkup mata rantai UMKM yang saling menghidupi,” katanya.
Ia berharap dampak ekonomi dari Erau tidak berhenti setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Pelaku UMKM diharapkan dapat mempertahankan keberlangsungan usaha sekaligus terus melakukan inovasi agar mampu berkembang dalam jangka panjang.
“Memang kegiatan Erau selalu dilakukan setiap tahun dan itu tentu berdampak buat UMKM. Harapannya setelah Erau ini teman-teman UMKM bisa tetap eksis, bisa tetap berinovasi,” tuturnya.
Selain peluang ekonomi, Hendra juga menyoroti tantangan yang berpotensi dihadapi pelaku UMKM, salah satunya kondisi kemarau yang dikaitkan dengan fenomena El Niño. Ia berharap kondisi cuaca tersebut tidak mengganggu keberlangsungan aktivitas usaha masyarakat di Kukar.
“Yang mungkin tantangan ke depan kita menghadapi El Nino. Saya berharap ke depannya bisa tidak berdampaklah terhadap kemarau ini terhadap UMKM,” pungkasnya.
Keberlanjutan aktivitas UMKM setelah Erau dinilai penting agar momentum budaya tahunan tersebut tidak hanya menghasilkan peningkatan transaksi selama penyelenggaraan, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi kreatif, pariwisata, dan usaha masyarakat secara berkelanjutan di Kukar. [] (ADV)
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan