Survei APJII 2026 menunjukkan Gen Z menjadi pengguna AI terbesar di Indonesia dengan mayoritas pemanfaatan untuk kebutuhan hiburan berbasis konten generatif.
JAKARTA – Generasi Z (Gen Z) menjadi kelompok masyarakat yang paling aktif memanfaatkan artificial intelligence (AI) di Indonesia. Survei terbaru menunjukkan penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan paling banyak dilakukan kalangan usia 13 hingga 28 tahun, dengan pemanfaatan utama untuk kebutuhan hiburan digital.
Temuan tersebut tercantum dalam Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2026 yang diselenggarakan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Survei dilakukan pada 1 Februari hingga 15 Maret 2026 terhadap 8.700 responden warga negara Indonesia (WNI) berusia minimal 13 tahun yang tersebar di 38 provinsi menggunakan metode wawancara tatap muka dengan tingkat kesalahan atau Margin of Error (MoE) sebesar ±1,1 persen.
Berdasarkan hasil survei, Gen Z menjadi pengguna AI terbesar dengan persentase 29,4 persen. Posisi berikutnya ditempati generasi Milenial usia 29–44 tahun sebesar 16,7 persen, Generasi X (Gen X) usia 45–60 tahun sebesar 7,5 persen, dan Baby Boomers usia 61–79 tahun sebesar 0,8 persen.
Dari berbagai tujuan penggunaan AI, kategori hiburan menjadi yang paling dominan. Sebanyak 36,5 persen responden memanfaatkan AI untuk membuat video atau gambar generatif. Sementara itu, penggunaan AI untuk edukasi dan riset, seperti chatbot, ringkasan materi, dan kebutuhan akademik mencapai 30,2 persen. Adapun pemanfaatan untuk pekerjaan dan produktivitas, termasuk penulisan otomatis, copywriting, serta analisis data tercatat sebesar 26,9 persen.
Survei juga menunjukkan penggunaan AI sebagai asisten digital berbasis suara atau perintah, seperti Siri, Google Assistant, dan Bixby, berada pada angka 6,4 persen.
Jika ditinjau berdasarkan kelompok usia, penggunaan AI untuk hiburan paling tinggi dilakukan Gen Z dengan persentase 44,4 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Milenial yang mencapai 34,2 persen dan Gen X sebesar 33,3 persen. Pada kelompok Baby Boomers yang menggunakan AI, seluruh responden atau 100 persen memanfaatkannya untuk kebutuhan hiburan.
Hasil survei ini menggambarkan bahwa teknologi AI semakin diterima masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, tidak hanya untuk aktivitas kreatif dan hiburan, tetapi juga untuk mendukung pendidikan serta produktivitas kerja, sebagaimana dilansir Detiknews, Senin (01/06/2026). Tren tersebut diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya akses dan pemahaman masyarakat terhadap teknologi kecerdasan buatan. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan