Aktivasi IKD Palangka Raya Capai 19,50 Persen, Tertinggi di Kalteng

Palangka Raya mencatat persentase aktivasi Identitas Kependudukan Digital tertinggi di Kalimantan Tengah dengan capaian 19,50 persen sebagai bagian dari percepatan transformasi layanan adminduk berbasis digital.

PALANGKA RAYA – Pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Palangka Raya menunjukkan perkembangan positif. Hingga September 2026, persentase aktivasi IKD di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencapai 19,50 persen atau tertinggi di tingkat provinsi, sekaligus mencerminkan meningkatnya penggunaan layanan administrasi kependudukan (adminduk) berbasis digital oleh masyarakat.

Data tersebut menempatkan Palangka Raya pada posisi pertama di Kalteng dalam aktivasi IKD. Kabupaten Lamandau berada di urutan kedua dengan capaian 12,92 persen, disusul Kabupaten Pulang Pisau sebesar 12,57 persen dan Kabupaten Barito Selatan 8,15 persen. Sementara itu, secara nasional, Kalteng tercatat berada pada peringkat ke-19 dengan tingkat aktivasi IKD sebesar 8,20 persen.

Capaian Palangka Raya turut mendukung peningkatan pemanfaatan identitas digital di tingkat provinsi. Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya menilai penggunaan IKD menjadi salah satu langkah untuk mempercepat transformasi pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan efisien.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong digitalisasi pelayanan. Pernyataan itu sebagaimana diberitakan Mc Kota Palangka Raya, Sabtu (19/09/2026).

“Capaian ini tentu menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan. Digitalisasi pelayanan harus terus kita dorong agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang semakin mudah, cepat dan praktis,” ujar Fairid.

Fairid mengajak masyarakat yang belum mengaktifkan IKD untuk memanfaatkan layanan yang telah disediakan. Menurutnya, semakin tinggi tingkat penggunaan identitas digital, maka semakin besar pula peluang peningkatan efektivitas pelayanan publik.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palangka Raya Alman P. Pakpahan mengatakan capaian tersebut sekaligus menjadi tantangan untuk memperluas jangkauan aktivasi IKD melalui berbagai metode pelayanan.

“Posisi Palangka Raya sebagai peringkat pertama di Kalimantan Tengah tentu menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi kami. Kami akan terus melakukan percepatan melalui sosialisasi, pelayanan jemput bola dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” kata Alman.

Disdukcapil Palangka Raya terus melakukan sosialisasi dan pelayanan jemput bola agar masyarakat semakin mudah mengakses aktivasi IKD. Identitas digital tersebut memungkinkan warga menyimpan data kependudukan dalam bentuk elektronik sehingga mendukung pelayanan adminduk yang lebih efektif dan modern.

Pemkot Palangka Raya juga berkomitmen mempertahankan capaian tersebut sekaligus meningkatkan jumlah pengguna IKD di masa mendatang. Peningkatan pemanfaatan identitas digital diharapkan dapat memperluas akses pelayanan serta mempercepat transformasi birokrasi berbasis teknologi di lingkungan pemerintahan.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya aktivasi IKD. Ini bukan hanya tentang capaian angka, tetapi bagaimana transformasi digital benar-benar memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan terus meningkatnya aktivasi IKD, pelayanan adminduk di Palangka Raya diharapkan semakin mudah dijangkau masyarakat serta mendukung terwujudnya sistem pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *