Pemerintah Moldova menyatakan peluang bergabung dengan NATO masih terkendala minimnya dukungan mayoritas masyarakat terhadap rencana tersebut.
CHISINAU – Dukungan masyarakat yang belum mencapai mayoritas menjadi hambatan utama bagi Moldova untuk melangkah menuju keanggotaan Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO). Pemerintah negara pecahan Uni Soviet itu mengakui bahwa aspirasi mendekat ke aliansi Barat belum sejalan dengan pandangan sebagian besar warga.
Menteri Luar Negeri Moldova, Mihai Popsoi, menyatakan proses integrasi ke NATO tidak dapat dilakukan tanpa dukungan publik yang kuat. Pernyataan tersebut disampaikan saat menanggapi wacana peningkatan hubungan keamanan Moldova dengan aliansi yang dipimpin Amerika Serikat (AS).
Menurut Popsoi, keanggotaan dalam organisasi internasional harus didasarkan pada kehendak rakyat. Karena itu, pemerintah belum melihat kondisi yang memungkinkan untuk mengajukan langkah menuju keanggotaan penuh NATO.
“Integrasi ke NATO, seperti halnya ke dalam struktur internasional lainnya, bergantung pada kehendak warga negara kita. Setelah ada dukungan mayoritas yang signifikan untuk bergabung dengan Aliansi Atlantik Utara, ini dapat dipertimbangkan sebagai pilihan yang wajar…Dalam kasus kita, secara historis, karena berbagai alasan, mayoritas yang signifikan ini belum ada,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan stasiun televisi Vocea Basarabiei. Popsoi yang dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Moldova, Maia Sandu, mengaku mendukung penguatan kerja sama keamanan kawasan Euro-Atlantik, namun tetap menekankan pentingnya legitimasi publik dalam setiap keputusan strategis negara.
Perdebatan mengenai hubungan Moldova dengan NATO kembali mengemuka di tengah dinamika keamanan kawasan Eropa Timur. Namun, hingga kini, belum terdapat dukungan mayoritas yang cukup untuk mendorong perubahan kebijakan menuju keanggotaan penuh aliansi tersebut.
Informasi mengenai sikap Pemerintah Moldova dan pernyataan Mihai Popsoi tersebut sebagaimana dilansir Sindonews, Senin, (01/06/2026). Dengan kondisi tersebut, peluang Moldova untuk bergabung dengan NATO masih bergantung pada perkembangan opini publik dan arah kebijakan politik nasional pada masa mendatang. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan