Kebakaran rumah yang juga difungsikan sebagai gudang sembako di Kapuas menyebabkan dua warga luka dan berdampak pada tiga keluarga.
KAPUAS – Kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah sekaligus gudang sembako di Desa Sei Tatas, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas (Kapuas), Kalimantan Tengah (Kalteng), tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga mengakibatkan dua warga mengalami luka bakar dan puluhan jiwa terdampak, Minggu (03/05/2026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.45 WIB di RT 08 Handel Selat Simin. Bangunan milik warga bernama Haji Sorli dilaporkan terbakar hingga mengalami kerusakan kategori sedang. Dua korban luka, yakni Haji Sorli dan Yadi, telah mendapatkan penanganan awal di puskesmas terdekat sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kapuas untuk perawatan lebih lanjut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Pangeran S. Pandingan menjelaskan bahwa laporan kejadian berasal dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kapuas. “Berdasarkan laporan Pusdalops-PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.45 WIB, menghanguskan satu buah bangunan yang difungsikan sebagai rumah sekaligus gudang sembako milik warga bernama Haji Sorli,” katanya, sebagaimana dilansir Antara, Minggu (03/05/2026).
Selain korban luka, dampak kebakaran juga dirasakan oleh tiga kepala keluarga (KK) dengan total 10 jiwa yang turut terdampak akibat insiden tersebut. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, sehingga sumber api belum dapat dipastikan.
Upaya penanganan dilakukan secara cepat oleh tim pemadam kebakaran gabungan yang langsung turun ke lokasi untuk memadamkan api sekaligus mencegah penyebaran ke bangunan lain di sekitar permukiman. Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kapuas melakukan kaji cepat di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pemerintah desa setempat.
BPBD Kapuas mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman yang berdekatan dengan penyimpanan bahan mudah terbakar seperti sembako dan kebutuhan rumah tangga lainnya. “Situasi di lokasi kejadian kini telah kondusif, sementara penanganan korban dan pendataan dampak masih terus dilakukan oleh pihak terkait,” demikian Pangeran.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sistem mitigasi kebakaran di tingkat permukiman guna meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian harta benda di masa mendatang. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan