Buaya Besar Muncul Malam Hari, Warga Diminta Awasi Anak-anak

Seekor buaya berukuran sekitar empat meter muncul di dekat permukiman warga Desa Bagendang Hilir, Kotim, sehingga warga diminta mengawasi anak-anak dan menghindari aktivitas berisiko di sekitar perairan.

KOTAWARINGIN TIMUR – Warga Gang Garuda, Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), diminta meningkatkan kewaspadaan setelah seekor buaya berukuran besar muncul di kawasan permukiman pada Sabtu (30/05/2026) malam.

Kemunculan satwa liar itu menimbulkan kekhawatiran karena lokasinya berada di tepian parit yang dekat dengan rumah penduduk. Peristiwa tersebut terekam dalam video amatir berdurasi 28 detik yang kemudian beredar di tengah masyarakat, sebagaimana dilansir Detikcom, Minggu, (31/05/2026).

Dalam rekaman video yang beredar, buaya tersebut terlihat berada di pinggiran aliran air yang gelap saat disorot menggunakan lampu senter warga. Suara perekam terdengar menunjukkan posisi bagian tubuh reptil tersebut.

“Ini Bang kepalanya,” kata perekam dalam video berdurasi 28 detik yang diterima detikKalimantan.

Seorang warga setempat, Mahmudiansyah, mengatakan buaya tersebut diperkirakan memiliki panjang lebih dari empat meter. Meski satwa itu tampak diam di tepian parit, kehadirannya tetap membuat warga cemas.

“Perkiraan lebih dari 4 meter panjangnya,” ujarnya, Minggu (31/05/2026) malam.

Mahmudiansyah menduga satwa tersebut merupakan buaya muara atau Crocodylus porosus. Jenis buaya itu disebut kerap dijumpai di area perairan pesisir dan aliran Sungai Mentaya.

“Kemunculan buaya berukuran besar bukan kali pertama terjadi di sepanjang Sungai Mentaya. Dalam beberapa tahun terakhir, keberadaan predator tersebut kerap menimbulkan kekhawatiran masyarakat di sini,” imbuhnya.

Merespons laporan warga, otoritas terkait mulai bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan lapangan. Jarak lokasi yang cukup jauh dari Kota Sampit membuat petugas membutuhkan waktu untuk tiba di kawasan tersebut.

“Setelah saya menggali informasi sejak siang tadi hingga malam, memanh benar terkait kemunculan buaya tersebut. Karena jaraknya yang cukup jauh dari Kota Sampit petugas sudah mulai meluncur ke lokasi saat ini,” ujar Prio kepada detikKalimantan, Minggu (31/05/2026).

Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kalteng Prio Sambodo mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas berisiko di sekitar perairan. Pengawasan terhadap anak-anak juga diminta diperketat untuk mencegah kemungkinan serangan satwa liar.

“Kami imbau khusus bagi warga di lokasi tersebut untuk mengawasi anak-anak serta menghindari aktivitas yang berisiko di sekitar perairan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup Prio Sambodo, Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama KKP Kalimantan Tengah.

Kemunculan buaya di dekat permukiman tersebut menjadi peringatan bagi warga di sekitar aliran Sungai Mentaya agar lebih berhati-hati, terutama pada malam hari dan saat beraktivitas di tepian parit, sungai, atau kawasan perairan lainnya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com