Dari Kaur Pembangunan hingga Kades, Jagat Dikenang Lewat Ampid

Tradisi Ampid di Desa Pagaluyon menjadi momentum penghormatan terakhir sekaligus pengingat jasa Jagat yang mengabdi lebih dari 15 tahun bagi pemerintahan desa.

NUNUKAN – Tradisi Ampid atau Amakan menjadi ruang penghormatan terakhir sekaligus pengingat keteladanan mendiang Jagat, mantan Kepala Desa (Kades) Pagaluyon, Kecamatan Sembakung Atulai, Kabupaten Nunukan, yang dikenal mengabdi lebih dari satu dekade bagi kemajuan desa.

Upacara penghormatan dan doa bersama itu berlangsung di Desa Pagaluyon, Sabtu (23/05/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Nunukan Hermanus, unsur pimpinan daerah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) provinsi, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, kerabat dekat, serta warga setempat, sebagaimana dilansir Simpatik, Sabtu (23/05/2026).

Ampid merupakan ritual adat kematian yang digelar untuk mengenang arwah leluhur. Prosesi sakral itu diiringi tradisi bernyanyi dan menari yang disebut Angkukuy. Dalam tradisi tersebut, para pelayat melantunkan syair secara bersahut-sahutan oleh kelompok pria dan perempuan untuk mengantar arwah serta menghibur keluarga yang ditinggalkan.

Selain memiliki makna spiritual, Ampid juga menjadi ruang sosial bagi masyarakat. Keluarga besar, warga setempat, dan masyarakat dari desa tetangga berkumpul, bergotong royong, serta mempererat kembali tali silaturahmi.

Dalam sambutannya, Wabup Nunukan Hermanus menyampaikan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan terhadap pelaksanaan Ampid sebagai bagian dari pelestarian budaya masyarakat. Ia juga menyampaikan terima kasih atas pengabdian mendiang Jagat selama menjalankan tugas di pemerintahan desa.

Mendiang Jagat dikenal sebagai figur yang meniti pengabdian dari bawah. Ia memulai kiprah di Desa Pagaluyon pada 2006 hingga 2011 sebagai Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan. Dalam jabatan itu, ia terlibat dalam perencanaan dan pengawalan program pembangunan fisik serta sarana prasarana yang dibutuhkan warga.

Setelah itu, pada 2011, Jagat dipercaya menjabat sebagai Penjabat Kades Pagaluyon menggantikan Pangasilan yang meninggal dunia. Amanah tersebut dijalankan hingga 2015 untuk menjaga keberlangsungan pemerintahan dan pelayanan masyarakat di masa transisi.

Kepercayaan warga kemudian mengantarkan Jagat terpilih secara langsung sebagai Kades Pagaluyon periode 2016–2021. Selama lima tahun memimpin secara definitif, berbagai program pembangunan lanjutan dijalankan untuk mendorong kesejahteraan dan kemajuan desa.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sembakung Atulai Muhammad Junaidi turut menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya sosok pemimpin desa tersebut. Ia menilai, pengabdian Jagat meninggalkan jejak penting bagi masyarakat Pagaluyon.

“Almarhum Bapak Jagat adalah bukti nyata sosok pemimpin yang berawal dari bawah, mulai dari Kaur Pembangunan, dipercaya menjadi Penjabat Kepala Desa, hingga terpilih langsung oleh masyarakat. Pengabdiannya selama lebih dari 15 tahun, baik sebagai staf maupun pemimpin desa, almarhum telah meninggalkan jejak pembangunan dan pelayanan yang sangat berharga bagi warga Pagaluyon. Jasanya tidak akan hilang dan akan selalu menjadi teladan bagi generasi penerus pemerintahan desa” Ujar Junaidi saat ditemui di acara Ampid

Melalui Ampid, masyarakat berharap penghormatan kepada mendiang Jagat tidak berhenti sebagai acara seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mendoakan, mengenang, dan meneladani jasa-jasanya. Kebersamaan yang terjalin dalam tradisi tersebut diharapkan semakin memperkuat persatuan warga serta membawa kebaikan bagi Desa Pagaluyon ke depan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com