Sebanyak 170 jemaah haji Kutim kembali ke Sangatta setelah menjalani ibadah haji, sementara dua jemaah lainnya dilaporkan wafat dan dimakamkan di Makkah.
KUTAI TIMUR – Sebanyak 170 jemaah haji asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 6 Embarkasi Balikpapan tiba kembali di Sangatta, Senin (15/06/2026) sore. Mereka merupakan bagian dari 172 jemaah yang diberangkatkan pada April 2026, sementara dua jemaah lainnya dilaporkan meninggal dunia saat menjalani rangkaian ibadah haji di Makkah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kutim, Basmawati, mengatakan dua jemaah yang wafat tersebut sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit di Arab Saudi sebelum mengembuskan napas terakhir.
Dua jemaah tersebut masing-masing Yusuf Hasan Kaco, 65 tahun, warga Kecamatan Karangan, yang wafat pada Minggu (17/05/2026) pukul 01.50 Waktu Arab Saudi (WAS) di Saudi German Hospital, Makkah. Satu jemaah lainnya, Idea Bandung Nuheng, 68 tahun, warga Kecamatan Sangatta Utara, wafat pada Rabu (03/06/2026) pukul 18.05 WAS di Rumah Sakit An-Nur, Makkah. Keduanya telah dimakamkan di tempat pemakaman umum di Makkah.
“Jumlah jemaah Kutai Timur yang tergabung dalam kloter 6 Balikpapan yang diberangkatkan pada tanggal 3 April 2026 sebanyak 172 jemaah dan yang kembali sebanyak 170. Karena dua jemaah Haji Kutai Timur meninggal di Mekkah,” kata Basmawati saat menyampaikan laporan pemulangan di Masjid Agung Al-Faruq, Sangatta, Senin (15/06/2026).
Selain Kloter 6, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kutim mencatat dua jemaah cadangan asal Kecamatan Rantau Pulung yang tergabung dalam Kloter 2 telah tiba lebih awal di Sangatta pada Selasa (09/06/2026). Keduanya disebut tiba dalam kondisi sehat setelah mengisi slot sisa kuota Embarkasi Balikpapan.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yang hadir menerima kedatangan jemaah, menyampaikan rasa syukur atas kepulangan para jemaah ke daerah. Ia juga menyampaikan duka cita atas wafatnya dua warga Kutim saat menjalankan ibadah haji di tanah suci.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan seluruh masyarakat Kutai Timur, kami mengucapkan selamat datang kembali kepada para jemaah haji. Alhamdulillah hari ini seluruh tamu Allah telah kembali berkumpul bersama keluarga dan masyarakat dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Ardiansyah.
“Kita bersyukur sebagian besar jemaah kembali dalam keadaan sehat walafiat setelah 40 hari beribadah. Untuk jemaah yang wafat, kita doakan mendapatkan tempat terbaik,” katanya.
Proses pemulangan dan penurunan jemaah di Masjid Agung Al-Faruq berlangsung dengan pengawalan dari kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim. Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas akibat banyaknya keluarga penjemput yang memadati kawasan sekitar masjid. []
Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan