Empat kejadian karhutla dan satu tanah longsor terjadi di Kubar pada Sabtu (22/8/2026), dengan tiga titik kebakaran berhasil dipadamkan dan operasi di Jengan Danum masih berlangsung.
KUTAI BARAT – Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim), menghadapi dua jenis bencana dalam satu hari, Sabtu (22/8/2026). Empat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan di sejumlah wilayah, sementara tanah longsor di Kampung Muara Baroh, Kecamatan Muara Pahu, berdampak terhadap tiga rumah yang dihuni sembilan jiwa.
Tiga dari empat kejadian karhutla telah berhasil ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar, sedangkan pemadaman di Jengan Danum masih berlangsung. Berdasarkan data penanganan sebagaimana dilansir BPBD Kubar, Sabtu, (22/08/2026), tiga lokasi yang telah ditangani masing-masing memiliki estimasi luas terbakar sekitar 0,5 hektare atau total sekitar 1,5 hektare.
Ketiga titik tersebut berada di Kampung Muut, Kecamatan Nyuatan; Kampung Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok; serta wilayah Barong Tongkok di belakang Gereja Katolik Center. Sementara itu, skala area terbakar di Jengan Danum belum disebutkan karena operasi pemadaman masih berlangsung.
Karhutla di Kampung Muut terjadi sekitar pukul 11.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Api membakar kawasan dengan tutupan belukar di medan berbukit dan lereng terjal. Delapan personel BPBD Kubar dikerahkan dengan dukungan tiga unit mobil slip-on dan satu mobil suplai air.
Proses pemadaman di Kampung Muut menghadapi kendala berupa medan terjal dan banyaknya batang pohon yang rebah. Setelah sekitar tiga jam penanganan, operasi dinyatakan selesai pada pukul 14.02 WITA.
Pada waktu yang hampir bersamaan, kebakaran juga terjadi di Kampung Ngenyan Asa sekitar pukul 11.00 WITA. BPBD Kubar mengerahkan sembilan personel dengan dua mobil slip-on dan satu mobil suplai air. Pemadaman di lokasi tersebut berhasil diselesaikan sekitar pukul 13.30 WITA.
Kebakaran berikutnya muncul di wilayah Barong Tongkok sekitar pukul 14.35 WITA. Petugas bergerak menuju lokasi sekitar empat menit setelah laporan diterima. Sebanyak delapan personel diterjunkan dengan dukungan dua mobil slip-on dan satu mobil suplai air hingga penanganan selesai sekitar pukul 15.20 WITA.
Perhatian BPBD Kubar kemudian tertuju pada karhutla di Jengan Danum yang hingga laporan terakhir masih dalam proses penanganan. Skala kebakaran dan tingkat kesulitan medan membuat BPBD Kubar mengerahkan kekuatan penuh untuk menekan penyebaran api.
Operasi tersebut dipimpin langsung Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kubar guna memperkuat komando, koordinasi antarpersonel, serta memastikan keselamatan petugas selama pemadaman berlangsung.
Di tengah rangkaian karhutla tersebut, bencana lain terjadi lebih awal di Kampung Muara Baroh, Kecamatan Muara Pahu. Tanah longsor dilaporkan sekitar pukul 02.00 WITA dan berdampak terhadap tiga rumah yang dihuni tiga kepala keluarga atau sembilan jiwa.
Penanganan longsor akan difokuskan pada pengamanan kawasan terdampak, pemindahan barang milik warga, pemasangan tanda bahaya, serta penyaluran bantuan darurat. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi risiko lanjutan apabila terjadi pergerakan tanah susulan.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kubar terus melakukan pemantauan dan memperbarui informasi dari lapangan, terutama terkait operasi pemadaman karhutla di Jengan Danum dan perkembangan kondisi wilayah rawan longsor.
Masyarakat diminta menghindari pembakaran di lahan terbuka dan segera melaporkan apabila menemukan api atau asap yang berpotensi berkembang menjadi karhutla. Warga yang tinggal di kawasan rawan longsor juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila menemukan retakan tanah atau tanda-tanda pergerakan lereng, agar risiko korban dan kerusakan dapat ditekan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan